Mengenal Keju Khas Indonesia “Dangke” dari Sulawesi Selatan

  • 04 Jun 2026 08:00 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Keju Dangke adalah keju tradisional khas Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Makanan khas suku Massenrempulu ini telah diproduksi secara turun-temurun sejak tahun 1905 dan sering disebut sebagai "kejunya orang Sulawesi" karena karakteristiknya yang unik.

Melansir laman Wikipedia, Keju Dangke terbuat dari fermentasi susu sapi atau susu kerbau menggunakan getah buah pepaya. Dangke memiliki tekstur kenyal dan padat seperti tahu, dengan cita rasa gurih dan aroma susu yang khas. atau susu kerbau. Versi susu kerbau awalnya diproduksi untuk para bangsawan dan memiliki kandungan lemak serta protein yang lebih pekat.

Berbeda dengan keju barat yang menggunakan enzim rennet, Dangke memanfaatkan enzim papain dari getah buah pepaya muda, daun, atau batang pepaya untuk menggumpalkan protein susu. Setelah susu menggumpal (curd), dadih tersebut disaring dan dipadatkan langsung di dalam batok kelapa yang memiliki lubang kecil di bawahnya untuk membuang air dadih (whey). Proses ini memberikan bentuk oval setengah lingkaran yang khas.

Tekstur Keju Dangke elastis, padat, dan kenyal mirip seperti tahu tebal atau keju mozzarella dan paneer. Rasanya gurih alami, sedikit asin dari proses perendaman garam, dan terkadang memiliki sedikit sentuhan rasa pahit khas yang tipis dari getah pepaya.

Kemasannya masih secara tradisional dibungkus menggunakan daun pisang untuk menjaga kelembapan dan memberi aroma khas.

Nama dangke memiliki kaitan sejarah yang unik dengan masa kolonial Belanda. Menurut cerita lokal, saat masyarakat Enrekang menghidangkan produk olahan susu ini kepada tentara atau opsir Belanda, orang Belanda tersebut mencicipinya dan berkata, "Dank je wel" (terima kasih). Masyarakat setempat yang kesulitan melafalkannya kemudian menyederhanakan kata tersebut menjadi "Dangke" hingga saat ini.

Beberapa cara populer dalam menyantap Dangke antara lain:

Dimakan Langsung: Disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat atau beras ketan khas Enrekang yang disebut Pulu Mandoti.

Dangke Goreng atau Bakar: Diiris tipis lalu digoreng atau dibakar di atas teflon tanpa minyak berlebih untuk memunculkan lapisan renyah di luar namun tetap lembut di dalam.

Keripik Dangke: Diolah lebih lanjut menjadi camilan kering dan renyah yang sering dijadikan oleh-oleh khas Sulawesi Selatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....