Tak Lengkap Lebaran tanpa Ketupat, ternyata Ini Sejarahnya

  • 21 Mar 2026 19:07 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak – Ketupat adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari beras yang dimasak di dalam anyaman daun kelapa (janur). Setelah direbus dalam waktu lama,beras akan memadat sehingga membentuk tekstur yang kenyal dan padat.

Makanan ini telah lama menjadi simbol perayaan Idul Fitri di Indonesia, tidak hanya sebagai sajian kuliner tetapi juga sebagai bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun temurun. Selain kelezatannya, ketupat memiliki makna filosofis dan sejarah yang cukup mendalam.

Ternyata, di balik bentunya yang sederhana, ketupat menyimpan sejarah dan filosofi yang menarik untuk ditelusuri.

Sejarah Ketupat

Melansir dari Detik, kalau ditelusuri lebih jauh, ketupat ternyata sudah dikenal sejak abad ke-15, seiring dengan mulai menyebarnya Islam di Nusantara. Salah satu tokoh yang sering dikaitkan dengan tradisi ini adalah Sunan Kalijaga, salah satu anggota Wali Songo yang dikenal menggunakan pendekatan budaya dalam berdakwah.

Alih-alih langsung mengubah kebiasaan masyarakat, Sunan Kalijaga justru menggabungkan ajaran Islam dengan tradisi lokal yang sudah akrab di kehidupan sehari-hari. Dari situlah ketupat kemudian diperkenalkan sebagai simbol perayaan Lebaran yang sarat makna.

Menariknya, pembungkus ketupat dari janur juga punya cerita tersendiri. Daun kelapa muda ini sangat mudah ditemukan di wilayah pesisir Jawa dan sudah lama digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan, termasuk membungkus makanan. Oleh karena itu, penggunaan janur dalam ketupat terasa begitu dekat dengan kehidupan masyarakat saat itu.

Lewat pendekatan budaya seperti ini, pesan-pesan Islam bisa diterima lebih mudah tanpa harus meninggalkan tradisi yang sudah ada. Ketupat pun akhirnya menjadi salah satu simbol khas Lebaran yang terus bertahan hingga sekarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....