Bukan Perokok Aktif, tapi Ikut Terpapar Asap Rokok? Ini Faktanya

  • 30 Sep 2026 19:35 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Pernah lagi nongkrong atau jalan santai, tiba-tiba ada orang di sebelah yang menyalakan rokok? Kamu nggak ikut merokok, tapi akhirnya ikut menghirup asapnya. Situasi seperti ini mungkin terasa sepele, tetapi paparan asap rokok bagi orang yang tidak merokok tetap memiliki risiko bagi kesehatan.

Asap yang terhirup oleh orang di sekitar perokok dikenal sebagai secondhand smoke atau asap rokok pasif. Menurut World Health Organization (WHO), tidak ada tingkat paparan asap rokok pasif yang benar-benar aman. Bahkan paparan dalam waktu singkat tetap dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh.

- Bukan Cuma Bikin Bau, Asapnya Juga Mengandung Zat Berbahaya

Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia. CDC menyebutkan bahwa asap tembakau komersial mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, termasuk ratusan zat beracun dan sekitar 70 zat yang dapat menyebabkan kanker. Artinya, meskipun seseorang tidak memegang atau mengisap rokok secara langsung, berada di lingkungan yang dipenuhi asap tetap membuatnya terpapar berbagai zat tersebut. WHO menegaskan, tidak ada tingkat paparan asap rokok pasif yang aman.

- Dampaknya Bisa ke Jantung dan Paru-Paru

Bagi orang dewasa yang tidak merokok, paparan asap rokok pasif dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan serius, termasuk penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker paru-paru. CDC juga menyebutkan bahwa paparan tersebut dapat memberikan efek langsung pada jantung dan pembuluh darah. Risikonya pun tidak hanya berkaitan dengan paparan bertahun-tahun. CDC menyatakan bahwa paparan singkat sekalipun dapat menimbulkan dampak berbahaya bagi tubuh.

- Anak-Anak Juga Bisa Terdampak

Kelompok yang lebih rentan adalah bayi dan anak-anak. Paparan asap rokok pasif dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, gejala pernapasan, pertumbuhan paru-paru yang lebih lambat, hingga serangan asma yang lebih sering dan berat. WHO juga menyebut paparan asap tembakau pada bayi dapat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), sementara paparan selama kehamilan berkaitan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

- Jadi, Harus Gimana Kalau Ada yang Merokok di Dekatmu?

Kalau memungkinkan, menjauh dari sumber asap dan memilih area bebas rokok adalah langkah sederhana untuk mengurangi paparan. WHO menyebut lingkungan yang benar-benar bebas asap rokok sebagai cara yang terbukti untuk melindungi orang dari paparan asap rokok pasif. Jadi, kalau kamu merasa, “Aku kan nggak merokok, kok tetap kena asap?”, jawabannya memang bisa begitu. Tidak merokok bukan berarti otomatis terbebas dari paparan asap rokok jika lingkungan sekitar masih memungkinkan asap tersebut terhirup. Karena pada akhirnya, udara yang kamu hirup juga berpengaruh pada kesehatan. Jadi kalau ada pilihan untuk menjauh dari asap rokok, nggak ada salahnya memilih udara yang lebih bersih.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....