Rest Day Bukan Berarti Malas, Ini Pentingnya Jeda dalam Rutinitas Olahraga
- 29 Sep 2026 18:39 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Di tengah rutinitas kerja, kuliah, olahraga, pertemanan, dan notifikasi yang terus masuk, mengambil satu hari untuk melambat sering terasa seperti kesalahan. Padahal, rest day bukan tanda malas atau kurang ambisi. Rest day adalah jeda yang sengaja dibuat agar tubuh dan pikiran tidak terus bekerja tanpa kesempatan untuk memulihkan energi.
Jeda ini tidak harus diisi dengan tidur seharian atau mengikuti aturan yang kaku. Bentuknya bisa berbeda untuk setiap orang, tergantung kondisi tubuh, beban aktivitas, kebutuhan tidur, dan tingkat energi. Yang penting, hari tersebut tidak kembali dipenuhi tuntutan yang membuat kita semakin terkuras.
American College of Sports Medicine (ACSM) menjelaskan bahwa pemulihan merupakan bagian penting setelah aktivitas fisik. Otot, tendon, ligamen, serta cadangan energi tubuh membutuhkan waktu untuk melakukan pemulihan, perbaikan, dan pengisian kembali agar tubuh siap menghadapi latihan berikutnya.
“Recovery is key to preventing injuries and allowing the body to rebuild itself after the stress of exercise,” tulis ACSM dalam panduan pemulihan ototnya.
- Bukan Berarti Harus Diam Seharian
Rest day tidak selalu berarti harus berbaring di tempat tidur sepanjang hari. Bagi sebagian orang, hari pemulihan dapat diisi dengan aktivitas ringan seperti berjalan santai, stretching, atau gerakan dengan intensitas rendah.
Cleveland Clinic juga menjelaskan bahwa memberikan jeda di antara latihan dapat membantu otot memperbaiki diri dan mengurangi risiko cedera akibat latihan berlebihan. Pilihan aktivitas ringan seperti stretching dapat tetap dilakukan pada hari pemulihan.
“Taking days off give your muscles time to heal,” jelas Alena Beskur, CPT, dalam artikel Cleveland Clinic mengenai rutinitas olahraga dan waktu istirahat.
- Kapan Tubuh Membutuhkan Istirahat?
Tidak ada aturan tunggal mengenai berapa hari setiap orang harus beristirahat karena kebutuhan pemulihan dapat berbeda berdasarkan jenis olahraga, intensitas latihan, kondisi tubuh, dan tingkat kebugaran.
Namun, rasa lelah yang terus-menerus, penurunan stamina, gangguan tidur, atau performa olahraga yang menurun dapat menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih. Cleveland Clinic mencatat bahwa latihan berlebihan dapat menyebabkan kelelahan dan berbagai gangguan lain.
| Baca juga: Menu Makanan Kukusan Dan Manfaatnya |
Untuk orang yang menjalani latihan dengan volume tinggi, ACSM juga menekankan pentingnya mengombinasikan latihan dengan pemulihan. Dalam panduan ACSM, periode latihan berat dapat disertai 1–2 hari istirahat per minggu, sementara aktivitas ringan dapat digunakan sebagai active recovery.
- Istirahat Bukan Berarti Kehilangan Progress
Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah anggapan bahwa mengambil rest day akan membuat hasil latihan hilang. Padahal, proses pemulihan justru membantu tubuh beradaptasi terhadap beban latihan.
Karena itu, rest day sebaiknya tidak dilihat sebagai hari ketika seseorang “malas berolahraga”, melainkan sebagai bagian dari strategi latihan. Setelah tubuh mendapatkan waktu untuk pulih, seseorang dapat kembali berolahraga dengan kondisi yang lebih siap.
Jadi, jika hari ini tubuh terasa lelah setelah beberapa hari berlatih, mengambil jeda bukan berarti menyerah. Beristirahat juga merupakan bagian dari perjalanan untuk menjadi lebih kuat dan tetap konsisten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....