Kopi saat Menyusui, Aman atau Berisiko? Ini Penjelasan Dokter

  • 15 Sep 2026 14:15 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi untuk membantu mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan energi. Namun, bagi ibu menyusui, muncul kekhawatiran apakah kafein dalam kopi dapat memengaruhi kualitas air susu ibu (ASI) atau kesehatan bayi.

Dokter menyebutkan bahwa ibu menyusui pada umumnya tetap boleh mengonsumsi kopi, tetapi jumlah kafein perlu diperhatikan. Kafein yang dikonsumsi ibu dapat masuk ke dalam ASI dalam jumlah kecil. Pada sebagian besar bayi, konsumsi kafein dalam jumlah rendah hingga sedang tidak menimbulkan masalah. Namun, bayi yang masih sangat kecil, terutama bayi baru lahir dan prematur, dapat lebih lambat dalam memproses kafein.

Karena itu, ibu menyusui disarankan untuk membatasi asupan kafein. Bukan hanya kopi, kafein juga dapat ditemukan dalam teh, minuman energi, cokelat, serta sejumlah obat-obatan.

dikutip dari detikfood, perhatikan jumlah kafein batas konsumsi kafein yang aman dapat berbeda menurut pedoman yang digunakan. Ibu menyusui sebaiknya memperhatikan total kafein dari seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam sehari, bukan hanya jumlah cangkir kopi. Jika setelah ibu mengonsumsi kopi bayi terlihat lebih rewel, sulit tidur, atau lebih gelisah dari biasanya, konsumsi kafein dapat dikurangi dan kondisi bayi diamati. Namun, perubahan perilaku bayi tidak selalu disebabkan oleh kopi. Bayi dapat menjadi rewel atau mengalami gangguan tidur karena berbagai faktor lain.

Tidak perlu berhenti menyusui setelah minum kopi. Ibu yang minum kopi dalam jumlah wajar umumnya tidak perlu memompa dan membuang ASI (pump and dump) hanya karena mengonsumsi kopi.

Kafein memang masuk ke ASI, tetapi jumlahnya relatif kecil. Meski demikian, ibu dengan bayi prematur atau bayi yang menunjukkan sensitivitas terhadap kafein sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan saran yang sesuai. Dengan demikian, anggapan bahwa ibu menyusui sama sekali tidak boleh minum kopi tidak sepenuhnya benar. Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah kafein, kondisi bayi, serta sumber kafein lainnya.

Bagi ibu menyusui yang tetap ingin menikmati kopi, pilihan terbaik adalah mengonsumsinya secara terbatas dan tidak berlebihan. Jika bayi menunjukkan perubahan yang mengkhawatirkan setelah ibu mengonsumsi kafein, konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....