Ghosting Bukan Sekadar Menghilang: Ini Lima Alasan yang Perlu di Ketahui

  • 21 Agt 2026 19:24 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Ghosting merupakan tindakan menghilang secara tiba-tiba dari seseorang tanpa memberikan penjelasan yang jelas. Dalam hubungan, baik hubungan romantis maupun pendekatan, ghosting dapat membuat pihak yang ditinggalkan merasa bingung, kecewa, bahkan mempertanyakan kesalahan yang mungkin telah dilakukan. Namun, perilaku ini biasanya memiliki alasan tertentu di baliknya. Mengutip ulasan.com berikiut 5 alasan yang perli diketahui,

- Takut menghadap konflik. Sebagian orang memilih ghosting karena tidak mampu atau tidak nyaman menghadapi percakapan yang sulit. Mereka mungkin ingin mengakhiri hubungan, tetapi takut menyakiti perasaan pasangan atau menghadapi reaksi yang muncul. Karena itu, menghilang dianggap sebagai cara yang lebih mudah daripada menyampaikan keputusan secara langsung.

- Kehilangan ketertarikan Perasaan seseorang dalam hubungan bisa berubah seiring waktu. Ketika ketertarikan mulai berkurang, seseorang mungkin memilih untuk menjauh secara perlahan hingga akhirnya tidak memberikan kabar sama sekali. Sayangnya, cara ini dapat membuat pihak lain merasa tidak dihargai karena tidak mendapatkan kejelasan mengenai status hubungan mereka.

- Belum siap menjalani hubungan. Ghosting juga dapat terjadi ketika seseorang menyadari bahwa dirinya belum siap berkomitmen. Tekanan untuk mempertahankan komunikasi, memberikan perhatian, atau membangun hubungan yang lebih serius mungkin membuatnya merasa terbebani. Daripada mengungkapkan ketidaksiapannya, ia memilih menarik diri dan memutus komunikasi.

- Ingin menghindari tanggung jawab emosional. Menjalin hubungan membutuhkan komunikasi dan keberanian untuk bertanggung jawab terhadap perasaan masing-masing. Orang yang melakukan ghosting terkadang ingin menghindari rasa bersalah, pertanyaan, atau tuntutan untuk memberikan penjelasan. Meskipun terasa mudah bagi pelaku, tindakan tersebut justru dapat meninggalkan luka dan ketidakpastian bagi orang yang ditinggalkan.

- Memiliki pengalaman buruk di massa lalu. Pengalaman hubungan sebelumnya juga dapat memengaruhi cara seseorang menghadapi hubungan baru. Jika pernah mengalami konflik berat, pengkhianatan, atau perpisahan yang menyakitkan, seseorang mungkin mengembangkan kebiasaan untuk melarikan diri ketika hubungan mulai terasa serius. Meski alasan tersebut dapat dipahami, komunikasi yang jujur tetap menjadi pilihan yang lebih sehat daripada menghilang tanpa kabar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....