Doomscrolling Marak, Membaca Jadi Cara Menjaga Kesehatan Otak

  • 31 Jul 2026 14:34 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Di tengah derasnya arus informasi digital, kebiasaan menggulir media sosial atau doomscrolling semakin sulit dihindari. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam menyerap informasi singkat tanpa benar-benar memprosesnya secara mendalam. Di sisi lain, membaca buku justru dinilai sebagai aktivitas yang mampu menjaga kesehatan otak sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir.

Dikutip dari artikel Kumparan, membaca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga melatih otak untuk berkonsentrasi, memahami informasi secara utuh, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Di era digital, kebiasaan membaca menjadi salah satu cara untuk menyeimbangkan paparan informasi yang datang tanpa henti.

Membantu Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi

Saat membaca buku, otak diajak untuk mempertahankan perhatian dalam waktu yang lebih lama. Berbeda dengan media sosial yang menyajikan informasi secara singkat dan terus berganti, membaca melatih kemampuan fokus sehingga otak tidak mudah terdistraksi. Kebiasaan ini juga membantu meningkatkan daya konsentrasi dalam menjalankan aktivitas belajar maupun bekerja.

Melatih Daya Ingat

Membaca membuat otak aktif mengingat nama tokoh, alur cerita, konsep, maupun berbagai informasi baru. Aktivitas tersebut membantu memperkuat koneksi antarsel saraf sehingga kemampuan mengingat dapat terus terasah. Semakin sering seseorang membaca, semakin banyak pula stimulasi yang diterima otak untuk mempertahankan fungsi kognitifnya.

Mengurangi Dampak Doomscrolling

Doomscrolling merupakan kebiasaan terus-menerus menggulir media sosial atau membaca berita yang didominasi informasi negatif. Kebiasaan ini dapat memicu kecemasan, meningkatkan stres, hingga mengganggu kemampuan berkonsentrasi apabila dilakukan secara berlebihan. Mengganti sebagian waktu scrolling dengan membaca buku atau bacaan yang lebih mendalam dapat membantu memberikan waktu bagi otak untuk beristirahat dari banjir informasi digital.

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Membaca buku, artikel ilmiah, atau tulisan yang lebih panjang mendorong seseorang memahami informasi secara menyeluruh. Proses ini membantu melatih kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang diperoleh. Kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting di tengah banyaknya informasi yang beredar di dunia digital.

Menjaga Kesehatan Mental

Selain bermanfaat bagi fungsi otak, membaca juga dapat memberikan efek relaksasi. Meluangkan waktu untuk membaca dapat membantu mengurangi stres, menenangkan pikiran, serta memberikan jeda dari paparan notifikasi dan konten media sosial yang terus berdatangan.

Menjadikan membaca sebagai rutinitas harian dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kesehatan mental.

Membaca bukan sekadar hobi, tetapi juga investasi bagi kesehatan otak. Di tengah maraknya kebiasaan doomscrolling, meluangkan waktu untuk membaca dapat membantu meningkatkan fokus, memperkuat daya ingat, serta menjaga kemampuan berpikir kritis. Dengan membatasi waktu di media sosial dan memperbanyak membaca, otak dapat bekerja lebih optimal sekaligus mendukung kesehatan mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....