Sering Overthinking? Kenali Dampaknya bagi Kesehatan Mental Remaja

  • 31 Jul 2026 14:24 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Masa remaja merupakan periode yang penuh dengan perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Di fase ini, tidak sedikit remaja yang mengalami overthinking, yaitu kebiasaan memikirkan suatu masalah secara berlebihan hingga menimbulkan rasa cemas dan sulit mengambil keputusan.

Dikutip dari artikel Kumparan, overthinking yang terjadi sesekali merupakan hal yang wajar. Namun, jika berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan mental.

Overthinking adalah kecenderungan untuk terus memikirkan suatu masalah, pengalaman, atau kemungkinan yang belum tentu terjadi. Seseorang yang mengalami overthinking sering kali mengulang-ulang pikiran yang sama sehingga sulit menemukan solusi atau mengambil keputusan. Pada remaja, kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti tekanan akademik, hubungan pertemanan, media sosial, hingga kekhawatiran terhadap masa depan.

Overthinking yang berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan tingkat stres dan membuat seseorang merasa lebih mudah lelah secara emosional. Pikiran yang terus berputar juga dapat mengurangi kemampuan berkonsentrasi saat belajar maupun menjalani aktivitas sehari-hari. Apabila tidak dikelola dengan baik, overthinking dapat memengaruhi suasana hati, menurunkan rasa percaya diri, dan mengurangi kualitas hidup.

Banyak remaja yang mengalami kesulitan tidur karena terus memikirkan berbagai persoalan sebelum beristirahat. Akibatnya, waktu tidur menjadi berkurang dan tubuh tidak mendapatkan kesempatan untuk memulihkan energi secara optimal. Kurang tidur juga dapat membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan kurang produktif keesokan harinya.

Salah satu dampak overthinking adalah kecenderungan untuk terlalu lama mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Akibatnya, seseorang menjadi ragu-ragu dan takut mengambil keputusan karena khawatir membuat kesalahan. Padahal, tidak semua keputusan harus sempurna. Belajar mengambil keputusan secara bertahap merupakan bagian penting dari proses perkembangan remaja.

Mengatasi overthinking tidak berarti menghilangkan semua kekhawatiran, tetapi belajar mengelolanya dengan lebih sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi waktu untuk memikirkan suatu masalah, menuliskan pikiran dalam jurnal, rutin berolahraga, menjaga pola tidur, serta meluangkan waktu melakukan aktivitas yang disukai. Berbicara dengan orang tua, guru, teman yang dipercaya, atau konselor juga dapat membantu memperoleh sudut pandang baru ketika menghadapi masalah yang terasa berat.

Kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Mengenali tanda-tanda overthinking sejak dini dan menerapkan pola hidup yang seimbang dapat membantu remaja menghadapi berbagai tantangan dengan lebih baik.

Apabila perasaan cemas, stres, atau overthinking terus berlanjut hingga mengganggu aktivitas, belajar, hubungan dengan orang lain, atau kualitas tidur, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental agar mendapatkan pendampingan yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....