Sulit Berhenti Memikirkan Makanan? Kenali Tanda-tanda Food Noise

  • 29 Jun 2026 08:41 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Istilah food noise semakin banyak dibicarakan, terutama sejak penggunaan obat penurun berat badan golongan GLP-1 semakin populer. GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1) merupakan obat resep yang bekerja menyerupai hormon alami tubuh untuk membantu mengontrol kadar gula darah sekaligus menekan nafsu makan. Sejumlah pengguna mengaku pikiran mereka tentang makanan terasa lebih tenang setelah mengonsumsi obat ini.

Meski belum diakui sebagai diagnosis medis, food noise digunakan untuk menggambarkan pikiran yang terus-menerus dipenuhi oleh makanan, rasa lapar, atau keinginan untuk makan. Kondisi ini cukup umum dialami, terutama oleh orang yang sedang menjalani program diet atau berupaya mengatur pola makan. Dilansir dari Men's Health, berikut penjelasan mengenai food noise dan penyebab kemunculannya.

1. Apa Itu Food Noise?

Ahli gizi Sandra Zhang menjelaskan, food noise adalah kondisi ketika pikiran terus dipenuhi oleh makanan, keinginan makan, atau waktu makan berikutnya, meski tubuh sebenarnya tidak sedang lapar. Akibatnya, seseorang bisa terus memikirkan camilan, menu makan berikutnya, atau merasa bersalah setelah makan sehingga sulit fokus pada aktivitas lain.

2. Bentuk Food Noise

Food noise umumnya muncul sebagai dialog batin yang terus berulang, seperti "Apa yang akan saya makan nanti?" atau "Saya ingin makan itu, padahal seharusnya tidak." Menurut ahli kesehatan Kelly Allison, pikiran tersebut dapat mengganggu konsentrasi karena perhatian terus kembali pada makanan, meski tubuh tidak membutuhkan asupan.

3. Sering Dialami Orang yang Sedang Diet

Meski belum diakui sebagai diagnosis medis, food noise cukup sering dialami, terutama oleh orang yang memiliki kelebihan berat badan atau sedang menjalani program diet. Salah satu laporan menyebut sekitar 57% orang dalam kelompok tersebut mengalaminya. Kondisi ini dapat terjadi pada pria maupun wanita dan bukan berarti seseorang memiliki kontrol diri yang buruk terhadap makanan.

4. Tanda-tanda Food Noise

Beberapa tanda food noise antara lain terus memikirkan makanan, sulit mengalihkan perhatian dari keinginan makan, atau tetap makan meski sudah kenyang. Rasa cemas terhadap makanan, kebiasaan menghitung asupan, hingga olahraga berlebihan untuk "menebus" makanan juga dapat menjadi cirinya. Hal ini terjadi karena otak memberi perhatian berlebih pada makanan.

5. Obat GLP-1 Dapat Membantu Meredakan

Para ahli menjelaskan, obat golongan GLP-1, termasuk semaglutide, bekerja dengan memperkuat sinyal kenyang dan membantu mengendalikan nafsu makan. Kelly Allison menyebut banyak pasien merasa tidak lagi terus-menerus memikirkan makanan setelah menggunakannya. Selain mengurangi rasa lapar, obat ini juga dapat menekan keinginan mengonsumsi makanan tertentu. Namun, penggunaannya harus tetap di bawah pengawasan dokter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....