Yuk Kurangi Gula! Ini Tips Praktis ala Gen Z

  • 20 Apr 2026 09:31 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Siapa yang bisa menolak segelas boba dingin atau kopi susu aren di tengah padatnya aktivitas sehari-hari? Minuman-minuman kekinian itu memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda. Namun tanpa disadari, kebiasaan ini bisa membawa dampak serius bagi kesehatan jika kandungan gulanya dikonsumsi tanpa batas. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun akhirnya turun tangan dengan menerbitkan aturan baru yang langsung menyasar minuman favorit anak muda.

Kemenkes resmi menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 tentang Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji yang berlaku sejak 14 April 2026. Melalui aturan ini, pelaku usaha skala besar diwajibkan mencantumkan label Nutri-Level berupa huruf A hingga D pada produk minuman siap saji, termasuk di daftar menu, kemasan, brosur, hingga aplikasi pesan antar makanan.

Menurut Kemenkes RI, label Nutri-Level hadir dalam empat kategori warna yang mudah dipahami siapa saja. Level A berwarna hijau tua menandakan kandungan gula paling rendah, yakni di bawah 1 gram per 100 mililiter. Level B berwarna hijau muda untuk kandungan gula 1 hingga 5 gram. Level C berwarna kuning dengan kandungan gula 5 hingga 10 gram. Sementara Level D berwarna merah berarti kandungan gula di atas 10 gram per 100 mililiter dan perlu paling diwaspadai.

Menurut Kemenkes RI, konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan secara terus-menerus erat kaitannya dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, penyakit kardiovaskular, stroke, hingga diabetes tipe 2. Kondisi inilah yang mendorong pemerintah mengambil langkah nyata dengan mewajibkan pencantuman label Nutri-Level pada minuman siap saji.

Bagi generasi muda, mengurangi gula sebenarnya bisa dimulai dari langkah yang sangat sederhana. Membiasakan diri mengecek label Nutri-Level sebelum memesan minuman adalah cara paling mudah untuk mengetahui seberapa banyak gula yang akan masuk ke dalam tubuh. Pilih yang berlabel A atau B, dan mulai kurangi yang berlabel C atau D. Sebagian besar kedai minuman kekinian kini juga sudah menyediakan pilihan pengurangan gula, mulai dari 75 persen, 50 persen, hingga tanpa gula sama sekali.

Ilustrasi minuman sehat (Foto: Freepik)

Mengganti minuman manis dengan air putih yang diberi irisan buah segar seperti lemon, timun, atau mint juga menjadi alternatif yang semakin populer di kalangan anak muda. Selain menyegarkan dan bebas gula tambahan, tampilan minuman ini pun menarik untuk dijadikan konten di media sosial. Pemantauan asupan gula harian juga bisa dilakukan dengan mudah melalui berbagai aplikasi kesehatan yang tersedia gratis di ponsel, sehingga kamu bisa tahu persis berapa banyak gula yang masuk ke tubuh setiap harinya.

Dari sisi pilihan camilan, anak muda dianjurkan untuk mulai bergeser dari permen atau minuman kemasan manis ke buah segar, kacang-kacangan, atau yogurt tawar yang lebih kaya nutrisi. Selain itu, mengatur waktu makan secara teratur juga penting agar tubuh tidak mudah tergoda mengonsumsi minuman manis sebagai pengganjal perut di sela-sela aktivitas.

Tren membuat minuman sehat sendiri di rumah pun kini semakin ramai di media sosial. Selain hemat, cara ini memungkinkan kamu mengontrol sendiri berapa banyak gula yang digunakan. Kebiasaan membaca label kandungan gizi pada kemasan minuman sebelum membeli juga perlu mulai dibiasakan, karena banyak minuman yang terlihat sehat ternyata mengandung gula tersembunyi dalam jumlah cukup tinggi.

Mengurangi gula juga perlu diimbangi dengan gaya hidup aktif. Olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam minimal 30 menit sehari dapat membantu tubuh memproses gula dengan lebih baik dan menjaga berat badan tetap ideal. Istirahat yang cukup pun tidak kalah penting, karena kurang tidur terbukti dapat meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan.

Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana ini secara konsisten, generasi muda diharapkan dapat menikmati minuman kesukaannya tanpa harus mengorbankan kesehatan. Hadirnya label Nutri-Level pada minuman siap saji menjadi langkah nyata pemerintah untuk membantu masyarakat membuat pilihan yang lebih sehat setiap harinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....