Riset Terbaru : Media Sosial Picu Penurunan kebahagiaan Anak Muda

  • 24 Mar 2026 10:33 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak - Pesatnya perkembangan teknologi digital ternyata tidak otomatis meningkatkan kebahagiaan masyarakat, terutama generasi muda. Media sosial yang digunakan secara berlebihan justru berkontribusi pada penurunan tingkat kebahagiaan anak muda di berbagai negara, terutama di kawasan berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Temuan ini diungkap dalam World Happiness Report 2026 yang dirilis pada 19 Maret 2026.

Laporan yang merupakan kolaborasi antara University of Oxford Wellbeing Research Centre, Gallup, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini didasarkan pada survei yang melibatkan sekitar 100.000 responden dari 140 negara. Data menunjukkan korelasi antara intensitas penggunaan media sosial dengan penurunan tingkat kesejahteraan, khususnya bagi remaja perempuan di wilayah Barat dan Eropa.

Berdasarkan analisis, penggunaan media sosial yang melebihi tujuh jam per hari secara konsisten berkaitan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah. Platform yang mengedepankan konten visual dan pengaruh influencer menjadi faktor krusial di balik dampak negatif ini.

Faktor Penentu Kebahagiaan Melampaui Dunia Digital

“Penggunaan media sosial yang berlebihan, terutama lebih dari tujuh jam per hari, berkaitan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah,” tegas laporan tersebut. Menariknya, studi ini juga mencatat bahwa mayoritas mahasiswa di Amerika Serikat mengungkapkan keinginan agar media sosial tidak pernah ada. Mereka merasa terdorong untuk menggunakannya karena faktor sosial, namun secara internal lebih memilih untuk tidak terlibat sama sekali.

Di sisi lain, riset ini juga menemukan bahwa penggunaan media sosial dalam durasi terbatas justru berkontribusi positif terhadap kebahagiaan. Individu yang menghabiskan kurang dari satu jam sehari di media sosial dilaporkan memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya sama sekali. Hal ini menegaskan kembali bahwa kesejahteraan ekonomi, kesetaraan, sistem jaminan sosial yang kuat, dan harapan hidup yang tinggi tetap menjadi pilar utama kebahagiaan, melampaui daya tarik dunia digital.

Dalam pemeringkatan global tersebut, Finlandia kembali menduduki posisi pertama selama sembilan tahun berturut-turut. Negara-negara Nordik lainnya seperti Islandia, Denmark, dan Swedia juga konsisten berada di jajaran teratas, didukung oleh tingkat kesejahteraan sosial yang tinggi, kesetaraan, serta harapan hidup yang panjang. Kosta Rika mencatat lonjakan ke peringkat keempat, didorong oleh kuatnya ikatan sosial dan keluarga di masyarakatnya. Sementara itu, Afghanistan tetap berada di posisi terbawah sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan terendah, diikuti oleh Sierra Leone dan Malawi.

Berikut ini 10 Negara Paling Bahagia di Dunia 2026:

1. Finlandia

2. Islandia

3. Denmark

4. Kosta Rika

5. Swedia

6. Norwegia

7. Belanda

8. Israel

9. Luksemburg

10. Swiss

Beberapa negara besar lainnya tercatat berada di posisi menengah, seperti Jerman di peringkat 17, Amerika Serikat di posisi 23, serta China di urutan 65. Laporan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian pemerintah di berbagai negara terhadap potensi pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur, seiring kekhawatiran terhadap dampaknya terhadap kesehatan mental generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....