WHO Tetapkan Virus Nipah Penyakit Prioritas Riset Darurat

  • 09 Feb 2026 10:00 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan virus Nipah dalam daftar penyakit prioritas yang memerlukan riset dan pengembangan darurat, menyusul ancaman pandemi yang ditimbulkannya.

Menurut fakta yang dirilis WHO pada 29 Januari 2026, virus Nipah dikategorikan sebagai ancaman kesehatan masyarakat serius karena meski hanya menimbulkan sedikit wabah di Asia, virus ini menginfeksi beragam jenis hewan dan menyebabkan kematian tinggi pada manusia.

"Tingkat kematian diperkirakan antara 40 hingga 75 persen. Angka ini bisa bervariasi tergantung kapasitas lokal untuk surveilans epidemiologi dan manajemen klinis," ungkap WHO.

Yang mengkhawatirkan, hingga kini belum tersedia pengobatan atau vaksin untuk manusia maupun hewan. Satu-satunya penanganan adalah perawatan suportif intensif untuk mengatasi komplikasi pernapasan dan neurologis yang parah.

Virus yang pertama kali dikenali tahun 1999 saat wabah di kalangan peternak babi Malaysia ini dapat menular dari hewan (seperti kelelawar atau babi) ke manusia, atau melalui makanan terkontaminasi, bahkan penularan langsung antar manusia.

Kelelawar buah dari famili Pteropodidae merupakan inang alami virus Nipah. Bukti keberadaan virus telah ditemukan pada kelelawar di berbagai negara termasuk Kamboja, Ghana, Indonesia, Madagaskar, Filipina, dan Thailand.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....