Keong Darat Spesies Baru Asal Sumsel Resmi Diberi Nama “Dayang Merindu”
- 18 Apr 2026 12:38 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengungkap kekayaan hayati Indonesia dengan mendeskripsikan spesies baru keong darat bernama Chamalycaeus dayangmerindu. Melansir goodnewsfromindonesia.id, spesies ini ditemukan di kawasan karst Padang Bindu, Sumatra Selatan, yang dikenal sebagai habitat unik dengan tingkat keanekaragaman hayati tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa ekosistem karst di Indonesia masih menyimpan banyak potensi yang belum sepenuhnya terungkap.
Penelitian tersebut dipimpin oleh Ayu Savitri Nurinsiyah bersama tim kolaborator lintas institusi. Hasil riset ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi, yaitu ZooKeys pada tahun 2026. Publikasi ini menjadi bagian penting dari upaya ilmiah dalam mendokumentasikan kekayaan spesies Indonesia yang terus bertambah.
Proses penemuan spesies ini tidak berlangsung singkat. Penelitian dimulai sejak tahun 2021 melalui kegiatan ekspedisi di kawasan karst Sumatra Selatan. Ekspedisi tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai organisme yang hidup di lingkungan karst, yang dikenal memiliki tingkat endemisitas tinggi dan karakter ekologi yang khas.
Setelah pengambilan sampel di lapangan, penelitian dilanjutkan dengan kajian taksonomi secara mendalam hingga tahun 2025. Tahapan ini mencakup analisis morfologi cangkang, pengamatan karakter fisik, serta perbandingan dengan koleksi spesimen yang tersimpan di berbagai institusi riset. Proses ini penting untuk memastikan bahwa spesies yang ditemukan benar-benar baru dan belum pernah dideskripsikan sebelumnya.
Menurut Ayu Savitri Nurinsiyah, penemuan spesies baru memerlukan ketelitian serta tahapan ilmiah yang ketat. Setiap kandidat spesies harus melalui verifikasi menyeluruh, mulai dari kajian morfologi, anatomi, hingga kemungkinan analisis genetika. Selain itu, perbandingan dengan spesies yang telah dikenal juga menjadi langkah penting dalam proses identifikasi.
Hingga kini, Chamalycaeus dayangmerindu hanya ditemukan di kawasan karst Padang Bindu, sehingga tergolong sebagai spesies endemik dengan sebaran yang sangat terbatas. Kondisi ini membuatnya rentan terhadap perubahan lingkungan, terutama akibat aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan dan penambangan kawasan karst yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya.
Penelitian ini juga melibatkan kolaborasi dengan akademisi dari Universitas Negeri Surabaya dan Széchenyi István University. Melalui temuan ini, para peneliti berharap eksplorasi biodiversitas, khususnya moluska darat di Indonesia, dapat terus berkembang. Upaya ini menjadi langkah penting dalam pendataan sekaligus pelestarian keanekaragaman hayati nasional, mengingat masih banyak spesies yang kemungkinan belum teridentifikasi di berbagai ekosistem Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....