Waspada Penipuan Keuangan!

  • 01 Jun 2025 20:09 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Hingga akhir April 2025, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat sebanyak 105.202 laporan penipuan keuangan yang merugikan masyarakat hingga Rp2,1 triliun. Lonjakan laporan ini menunjukkan maraknya aksi penipuan seiring pesatnya perkembangan teknologi finansial.

Hingga akhir April 2025, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima sekitar 100 ribu laporan penipuan keuangan dengan total kerugian lebih dari Rp2 triliun. Masyarakat diimbau agar waspada terhadap penipuan tersebut seiring kemajuan teknologi. (Foto : ANTARA)

Dari laporan yang masuk, terdapat 172.624 rekening yang diduga terlibat dalam praktik penipuan. Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah:

  • Memblokir 42.504 rekening hingga 30 April 2025.
  • Membekukan dana sebesar Rp138,9 miliar yang ditemukan dalam rekening terkait.
  • Melakukan pengembalian dana kepada korban penipuan dari dana yang berhasil dibekukan.

Pemerintah melalui OJK dan IASC terus berupaya:

  • Memverifikasi laporan masyarakat secara menyeluruh.
  • Menghentikan akses pelaku keuangan ilegal melalui pemblokiran rekening.
  • Menindaklanjuti secara hukum serta memberikan edukasi kepada publik tentang pentingnya keamanan finansial.

OJK mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh:

  • Tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi.
  • Pinjaman berbunga rendah atau pencairan dana cepat tanpa agunan.
  • Permintaan data pribadi secara sembarangan.

Jika ingin berinvestasi, pastikan platform atau perusahaan terdaftar di OJK.

Bagi masyarakat yang menjadi korban penipuan, OJK menyediakan saluran pelaporan melalui:

  • Kontak OJK: 157
  • Email: konsumen@ojk.go.id
  • WhatsApp: 081157157157

Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, mengimbau masyarakat agar selalu waspada.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk terus berhati-hati. Kami juga secara aktif mengedukasi dan menindak entitas keuangan ilegal,” ujar Friderica.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....