Pemkab Biak Numfor Fokus Tangani ODGJ

  • 06 Nov 2025 13:37 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menaruh perhatian serius terhadap tingginya kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah ini . Berdasarkan terbaru data Dinas Kesehatan , tercatat 219 kasus ODGJ di Kabupaten Biak Numfor Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar Kapissa, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi tingginya angka tersebut, baik melalui sosialisasi, survei akademik, maupun dukungan kebijakan lintas sektor.

“Di Biak Numfor terdapat 219 ODGJ, dan ini termasuk terbanyak di Tanah Papua. Melalui sosialisasi seperti ini, kita ingin mencari solusi dan melakukan survei akademik untuk memastikan penyebabnya. Dengan data ilmiah, hasilnya bisa kita sampaikan ke pemerintah provinsi dan pusat agar penanganan dilakukan bersama,” ujarnya usai membuka kegiatan koordinasi, advokasi, dan sosialisasi program pencegahan serta pengendalian penyakit (P2P) di wilayah ini, Rabu (5/11/2025)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Daud Nataniel Duwiri, menjelaskan bahwa tingginya jumlah kasus ODGJ di Biak Numfor bukan berarti peningkatan penderita, melainkan hasil dari skrining aktif dan rutin yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Daud Nataniel Duwiri

“Kita ketahui bersama hari ini, kasus ODGJ kita adalah nomor satu di Indonesia. Itu kenapa demikian? Karena screening dari para tenaga kesehatan berjalan terus, sehingga menemukan kasus-kasus yang selama ini tidak terdata,” ujarnya

Menurutnya, tantangan utama dalam penanganan ODGJ adalah kesulitan keluarga membawa pasien berobat, terutama di wilayah terpencil seperti pulau Numfor dan Padaido. Untuk itu, Dinas Kesehatan berencana menurunkan dokter spesialis jiwa langsung ke kampung-kampung, termasuk wilayah kepulauan dan Biak bagian Barat dan Utara

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan rumah singgah bagi pasien ODGJ menggunakan fasilitas Puskesmas Bosnik Lama yang berada di Distrik Biak Timur, yang akan difungsikan sebagai tempat perawatan sementara bagi pasien dengan pengawasan tenaga medis.

“Perencanaan rumah singgah untuk ODGJ di tahun 2023 lalu sempat tertunda karena efisiensi anggaran tapi kita usahakan dan doakan bersama mudah-mudahan di 2026 kami berharap dukungan pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintahan Kapten Biak Numfor melalui Dinas Kesehatan bisa kami siapkan satu rumah singgah untuk menampung pasien-pasien ODGJ,”jelasnya.

Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor optimistis angka gangguan jiwa dapat ditekan, serta kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental semakin meningkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....