Festival Budaya Biak Melanesia Siapkan 1.300 Pemain Ukulele

  • 28 Sep 2026 18:20 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Persiapan Festival Budaya Biak Melanesia terus dimatangkan. Hingga akhir September 2026, persiapan festival yang mengusung tema “Elok Alamku, Pesona Budayaku” telah mencapai sekitar 90 persen. Hal itu di ungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Biak, Turbey Onny Dangeubun, saat di temui pada sabtu 26 September 2026 lalu.

“Ini progresnya sampai dengan saat ini, distribusi undangan, komunikasi, koordinasi di kementerian, lembaga, pemerintah daerah dan kabupaten, provinsi, kabupaten, kota sudah kita laksanakan. Juga untuk para partisipan yang kita sasar bisa hadir terlibat secara aktif di Festival Budaya Biak Melanesia sudah 90% kita lakukan,”ujarnya

Persiapan infrastruktur akan dimulai pada minggu pertama Oktober. Ia memastikan seluruh venue selesai satu minggu sebelum Festival Budaya, sementara rapat koordinasi dan latihan untuk pemantapan berbagai kegiatan terus dilakukan.

“Sejumlah partisipan dari luar daerah juga telah terkonfirmasi untuk terlibat, di antaranya dari Jayapura, Kaimana, Raja Ampat, Manokwari, Yapen dan Jakarta. Dari Jakarta, terdapat komunitas yang akan turut terlibat dalam Festival Budaya Biak Melanesia,” ucapnya

Selain pertunjukan budaya, festival juga akan memberikan paviliun ruang kreatif bagi pelaku usaha kopi di Papua, khususnya di kabupaten dan kota yang berada di wilayah Saereri. Konsep booth atau paviliun akan dibuat dengan nuansa tradisional dan kembali menghadirkan atmosfer alam.

Salah satu agenda yang dipersiapkan adalah permainan ukulele dengan target sekitar 1.300 pemain dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas hingga pelajar. Konsep tersebut ditargetkan mampu memecahkan rekor MURI sebagai pertunjukan dengan jumlah pemain ukulele terbanyak.

“Kita targetkan kurang lebih 1.300-an pemain ukulele dari semua kalangan, umur, komunitas, pelajar, siapa saja dengan konsep Simfoni Biak atau Biak Numfor Bernyanyi. Nah, kita berharap ini juga bisa mencatatkan rekor Muri permainan ukulele yang merupakan salah satu musik tradisional di Biak, Papua dan juga di Indonesia”, Ujarnya.

Festival Budaya Biak Melanesia diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemajuan kebudayaan, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya, membangun kerja sama, serta mendorong pengembangan ekonomi di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....