Mengenal Sejarah Hari Kebaya Nasional dan Makna Peringatannya
- 26 Jul 2026 15:10 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Indonesia kembali memperingati Hari Kebaya Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 Juli. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat akan nilai budaya yang terkandung dalam kebaya sebagai salah satu identitas bangsa sekaligus simbol persatuan lintas daerah dan generasi.
Hari Kebaya Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023. Meski bukan merupakan hari libur nasional, peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah, estetika, dan jati diri bangsa.
Di berbagai daerah, peringatan Hari Kebaya Nasional dirayakan melalui beragam kegiatan, seperti parade kebaya, lomba busana tradisional, pameran budaya, seminar, hingga kampanye mengenakan kebaya di lingkungan sekolah, kantor, dan instansi pemerintah. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Kebaya tidak hanya dikenal sebagai pakaian tradisional perempuan Indonesia, tetapi juga menjadi simbol keanggunan, keberagaman, dan kekayaan budaya Nusantara. Berbagai jenis kebaya dari berbagai daerah menunjukkan kekhasan budaya yang memperkaya identitas nasional.
Melalui peringatan Hari Kebaya Nasional, masyarakat diajak untuk terus menjaga, mengenalkan, dan mewariskan kebaya kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, kebaya tidak hanya dikenakan pada acara seremonial, tetapi juga tetap hidup sebagai bagian dari budaya yang relevan di tengah perkembangan zaman.
- Sejarah Hari Kebaya yang Diperingati Setiap 24 Juli
Pakaian kebaya sebenarnya telah dikenal di Nusantara sejak ratusan tahun lalu. Awalnya, pakaian ini diperkenalkan sekitar abad ke-15 hingga 16 lewat jalur perdagangan. Dalam hal ini, busana dari kebudayaan Arab, Tiongkok, serta Portugis turut andil dalam melahirkan perkembangan kebaya Nusantara.
Pada masa kolonial Belanda, kebaya digunakan sebagai busana resmi wanita Eropa. Kala itu, kebaya hanya berbahan dasar tenun mori. Kemudian pada abad ke-19, kebaya mulai menjadi pakaian sehari-hari, terutama perempuan Indonesia.
Ketika memasuki kemerdekaan, kebaya menjadi simbol perjuangan perempuan Nusantara yang memuat nilai nasionalisme. Sejak saat itu, kebaya pun dijadikan sebagai busana tradisional khas Indonesia yang menampilkan unsur budaya dan keberagaman lewat motif dan corak yang ditampilkan di dalamnya.
Seiring berjalannya waktu, kebaya juga mengalami akulturasi budaya, namun tetap mempertahankan ciri khas Nusantara. dilansir dari disway.id Bahkan, di beberapa daerah, kebaya seolah menjadi simbol sekaligus identitas dari wilayah tersebut, terutama di Pulau Jawa yang lekat akan pakaian tradisional tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....