Mawsynram, Desa unik yang dijuluki terbasah di dunia

  • 16 Mei 2026 20:30 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Diberbagai belahan dunia, terdapat desa-desa unik yang mampu membangkitkan rasa penasaran siapa pun untuk berkunjung. Salah satu di antaranya adalah Desa Mawsynram di India. Terletak di distrik East Khasi Hills, Meghalaya, timur laut India, Mawsynram dikenal sebagai desa paling basah di dunia. Julukan ini bukan tanpa alasan karena desa ini mencatat curah hujan tahunan yang tinggi. Curah hujan di Desa Mawsynram mencapai sekitar 11.873 mm, menjadikannya salah satu wilayah dengan tingkat hujan tertinggi. Bagi anak-anak di Mawsynram, musim hujan dapat menyulitkan aktivitas sekolah. Hujan yang sangat deras terkadang mengganggu perjalanan menuju sekolah dan aktivitas belajar sehari-hari.

Di Mawsynram, sinar matahari bisa menjadi pemandangan yang tidak sering terlihat, karena hujan kerap turun terus-menerus hingga berminggu-minggu. Kondisi ini yang membuat desa ini mendapatkan julukan sebagai desa terbasah di dunia, seolah-olah hujan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Melansir dari laman lifestyle.bisnis.com, Mawsynram diakui menjadi daerah terbasah di Bumi oleh Guinness Book of World Records dan rekor yang tercatat adalah curah hujan rata-rata sebesar 11.871 mm. Rekor tersebut merupakan 10 kali lebih besar dari rata-rata nasional India, yakni 1.083 mm. Mawsynram menjadi daerah terbasah di bumi pada 1985. Mawsynram mencetak rekor curah hujan tertinggi selama 24 jam pada 17 Juni 2022. Curah hujan yang tercatat tersebut adalah 1003,6, sedangkan curah hujan yang diterima oleh Cherrapunji adalah 972 mm.

Para ahli meteorologi menjelaskan bahwa letak Mawsynram yang dekat dengan Bangladesh dan Teluk Benggala menjadi salah satu penyebab utama tingginya curah hujan di wilayah tersebut. Uap air yang berasal dari Teluk Benggala terkumpul memicu hujan lebat dalam durasi yang panjang. Kondisi ini membuat masyarakat Mawsynram telah terbiasa hidup berdampingan dengan hujan yang hampir terjadi setiap hari. Selama musim hujan, aktivitas di luar rumah menjadi sangat terbatas. Setiap orang hampir selalu membutuhkan payung untuk beraktivitas. Uniknya, masyarakat setempat juga menciptakan payung tradisional bernama “Knup”, berbentuk seperti keranjang yang dibuat dari anyaman alang-alang, agar lebih kuat menahan derasnya hujan.

Daya tarik wisata utama di Mawsynram

Di kawasan ini terdapat beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi, seperti gereja yang berada tidak jauh dari pusat desa, yaitu Church of God, serta gereja lain dengan bangunan yang megah, yakni Gereja Presbiterian. Di sepanjang jalan juga terdapat kios-kios yang menjual beragam hasil bumi, mulai dari buah dan sayuran segar, daging, bunga-bunga eksotis, hingga berbagai rempah khas. Selain itu, Mawsynram juga menawarkan kuliner tradisional seperti pusaw, yaitu kue beras kukus khas masyarakat Khasi yang kadang diberi tambahan kulit jeruk. Hidangan ini biasanya dinikmati bersama sha saw atau teh merah khas setempat. Masyarakat di daerah ini dikenal memiliki sifat yang hangat dan ramah. Mereka tidak ragu untuk menyambut serta memberikan tempat berlindung dan beristirahat bagi siapa saja yang datang.

Nah, Salah satu waktu paling menarik untuk berkunjung ke Mawsynram adalah saat musim hujan, karena pada saat itu pemandangannya terlihat paling indah. Udara terasa segar, tanaman tampak hijau lebat, dan suasananya tenang serta menyejukkan. Namun, Mawsynram sebenarnya bisa dikunjungi kapan saja sepanjang tahun. Cuacanya cenderung sejuk dan jarang panas, sehingga tetap nyaman untuk wisata di berbagai musim. Jadi, sudahkah Anda merencanakan perjalanan untuk mengunjungi desa menarik ini?

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....