JOMO Jadi Tren Gen Z, Makin Nyaman Hidup tanpa Notifikasi
- 29 Sep 2026 18:39 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - RRI.CO.ID, Biak - Pernah sengaja tidak membuka chat, melewatkan tren terbaru, atau membiarkan notifikasi menumpuk tanpa merasa bersalah? Kalau iya, kamu mungkin sedang merasakan JOMO Gen Z, yaitu Joy of Missing Out—rasa nyaman karena tidak selalu ikut dalam semua percakapan, tren, atau pembaruan digital.
JOMO bukan berarti membenci internet atau menghilang dari pergaulan. Ini lebih tentang memilih kapan ingin terhubung dan kapan ingin hadir sepenuhnya dalam aktivitas lain. Di tengah kebiasaan scrolling, grup chat, dan notifikasi yang datang tanpa henti, jeda kecil bisa menjadi bagian dari digital wellness yang realistis.
| Baca juga: Mengenal Nomophobia dan Adiksi Gadget |
Di tengah kehidupan yang semakin terhubung dengan media sosial, sebagian anak muda justru mulai menikmati momen ketika tidak mengetahui semua hal yang sedang terjadi di dunia maya. Kebiasaan mematikan notifikasi, mengaktifkan fitur Do Not Disturb, hingga mengurangi penggunaan media sosial menjadi bagian dari upaya mendapatkan waktu tanpa gangguan digital.
Penelitian mengenai JOMO yang diterbitkan dalam Telematics and Informatics Reports menemukan bahwa hubungan JOMO dengan penggunaan media sosial dan kesejahteraan tidak selalu sederhana. Studi tersebut menemukan adanya hubungan JOMO dengan kepuasan hidup dan mindfulness, tetapi juga menemukan bahwa pada sebagian orang, JOMO dapat berkaitan dengan kecemasan sosial. Artinya, alasan seseorang memilih “ketinggalan” dari aktivitas online perlu dilihat dari konteksnya.
- Notifikasi yang Tak Ada Habisnya
Salah satu alasan anak muda memilih menjauh dari notifikasi adalah keinginan untuk mengurangi gangguan. American Academy of Pediatrics (AAP) mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa remaja menerima rata-rata 237 notifikasi per hari. Sebagian remaja juga merasa harus segera merespons pesan karena khawatir mengecewakan teman. Tekanan untuk selalu tersedia tersebut dapat membuat batas antara waktu online dan waktu pribadi semakin tipis. Ketika setiap bunyi notifikasi dianggap membutuhkan respons, seseorang bisa merasa harus terus memeriksa ponsel meski sedang belajar, bekerja, beristirahat, atau menghabiskan waktu bersama orang lain. Menurutnya, banyaknya notifikasi juga dapat memecah perhatian dan mengganggu kemampuan seseorang untuk tetap fokus pada aktivitas yang sedang dilakukan.
- Mematikan Notifikasi Jadi Bentuk Digital Detox
Menariknya, menjauh dari notifikasi bukan selalu berarti seseorang ingin meninggalkan teknologi sepenuhnya. Banyak anak muda justru mencoba mengatur kembali hubungan mereka dengan smartphone. Sebuah studi yang diterbitkan pada 2026 mengenai digital detox pada Generasi Z Indonesia meneliti bagaimana nilai pribadi, tekanan sosial, persepsi terhadap informasi yang berlebihan, dan keyakinan terhadap kemampuan diri berhubungan dengan keinginan untuk mengurangi penggunaan media sosial. Dalam penelitian lain yang dirangkum Acta Paediatrica, strategi seperti mengaktifkan mode senyap, mematikan notifikasi, serta menggunakan fitur Do Not Disturb termasuk cara yang banyak digunakan remaja untuk mengurangi penggunaan smartphone. Artinya, tren JOMO dapat dilihat bukan sekadar sebagai keinginan untuk “menghilang” dari media sosial. Bagi sebagian pengguna, mengambil jarak dari notifikasi merupakan cara untuk mendapatkan kembali kendali atas perhatian dan waktu mereka.
- JOMO Bukan Berarti Anti-Sosial
Memilih tidak langsung membuka setiap notifikasi juga tidak otomatis berarti seseorang tidak peduli dengan lingkungan sosialnya. Seseorang tetap dapat berkomunikasi dengan teman dan mengikuti informasi penting, tetapi menentukan sendiri kapan harus terhubung. Di sinilah JOMO menjadi menarik bagi generasi yang tumbuh bersama smartphone. Alih-alih merasa harus mengetahui semuanya, mereka mulai menerima bahwa tidak semua pesan harus dibalas saat itu juga dan tidak semua tren harus diikuti. Pada akhirnya, JOMO bukan tentang menghilang sepenuhnya dari dunia digital. Fenomena ini lebih berkaitan dengan kemampuan menentukan kapan harus terhubung dan kapan perlu memberikan ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat dari derasnya informasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....