Mengenal Nomophobia dan Adiksi Gadget
- 22 Sep 2026 18:05 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak: Kenapa rasanya susah banget lepas dari HP? Padahal cuma mau cek 5 menit, eh tahu-tahu 1 jam lewat. Ini bukan cuma soal kebiasaan, tapi ada penjelasan ilmiahnya. Yang dilanisr dari alodokter
1. Dopamin dari Notifikasi
Setiap ada like, chat, atau komen baru, otak melepaskan hormon dopamin (hormon senang). Efeknya sama seperti dapat hadiah kecil, bikin kita terus ingin mengecek HP lagi dan lagi.
2. FOMO (Fear of Missing Out)
Takut ketinggalan info, gosip, tren, atau chat grup. Rasa cemas kalau tidak update ini yang bikin kita selalu standby di HP.
3. Desain Aplikasi yang Bikin Ketagihan
Aplikasi seperti TikTok, Instagram, dan YouTube Shorts sengaja dibuat dengan infinite scroll dan algoritma yang tahu persis apa yang kamu suka. Semakin lama nonton, semakin susah berhenti.
4. HP Jadi Alat Pelarian (Escapism)
Saat stres, bosan, atau cemas, buka HP adalah cara tercepat untuk kabur dari masalah. Jadi coping mechanism yang tidak sehat.
5. Kebutuhan Validasi Sosial
Jumlah like, views, dan followers sering dianggap sebagai ukuran harga diri. Ini membuat orang terus-menerus cek HP untuk mencari pengakuan.
6. Sudah Jadi Perpanjangan Tangan
Semua ada di HP: jam alarm, dompet, kerjaan, ojek, sampai hiburan. Otak kita menganggap HP adalah bagian penting untuk bertahan hidup, jadi wajar kalau panik saat HP tidak ada (nomophobia).
7. Kebiasaan dan Kurang Kontrol Diri
Otak terbiasa dapat rangsangan cepat dari HP. Kalau tidak dilatih untuk fokus lama, kita jadi tidak tahan dengan rasa bosan dan langsung reflek meraih HP.
Dampaknya jika tidak dikontrol kita mengalami gangguan tidur, mata lelah, leher dan punggung sakit, fokus menurun, dan jadi lebih cemas. Coba mulai dengan cara simple: matikan notifikasi yang tidak penting, pakai mode hitam-putih, dan buat zona tanpa HP 1 jam sebelum tidur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....