Fenomena Digital Detox "Offline Sejenak"
- 10 Feb 2026 23:14 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Di tengah kehidupan serba cepat dan ketergantungan pada gawai, semakin banyak anak muda yang justru memilih untuk “offline sejenak”. Fenomena digital detox belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di kalangan Gen Z dan milenial muda.
Lewat unggahan TikTok dan Instagram, sejumlah anak muda membagikan momen saat mereka sengaja menjauh dari ponsel selama beberapa jam hingga beberapa hari. Aktivitas sederhana seperti membaca buku fisik, berjalan sore tanpa earphone, hingga nongkrong tanpa membuka media sosial menjadi bagian dari tren ini.
Tagar seperti #DigitalDetox, #SlowLiving, dan #OfflineMoment pun kian sering muncul, dengan jutaan tayangan. Banyak warganet mengaku merasa lebih tenang, fokus, dan “lebih hadir” setelah mengurangi waktu layar.
“Aku capek scrolling terus, rasanya otak nggak pernah berhenti,” tulis salah satu pengguna TikTok dalam videonya yang viral. Ia mengaku kini membatasi penggunaan media sosial hanya dua jam sehari.
Fenomena ini dinilai sebagai bentuk kesadaran baru anak muda terhadap kesehatan mental. Paparan informasi berlebihan, tekanan pencapaian di media sosial, hingga budaya membandingkan diri disebut menjadi alasan utama munculnya tren ini.
Meski begitu, digital detox bukan berarti meninggalkan teknologi sepenuhnya. Banyak anak muda menegaskan bahwa langkah ini lebih ke soal mengatur ulang hubungan dengan gawai, bukan menolaknya.
Pakar psikologi juga menilai tren ini sebagai sinyal positif. Anak muda dinilai mulai berani menetapkan batasan dan memahami kebutuhan dirinya sendiri di tengah dunia digital yang tak pernah benar-benar tidur.
Fenomena digital detox pun menjadi bukti bahwa di balik citra generasi yang lekat dengan teknologi, anak muda juga tengah mencari keseimbangan—antara dunia maya dan kehidupan nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....