Berikut ini Tata Cara Shalat Gerhana Matahari
- 12 Feb 2026 09:22 WIB
- Biak
RRI.CO.ID , Biak - Gerhana matahari merupakan salah satu fenomena alam yang kerap menarik perhatian banyak orang. Peristiwa ini terjadi saat bulan berada di posisi antara bumi dan matahari sehingga cahaya matahari tertutup untuk sementara waktu. Dalam pandangan Islam, gerhana tidak hanya dipahami sebagai kejadian astronomi semata, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pelaksanaan Shalat Kusuf, yaitu shalat sunnah yang dianjurkan ketika terjadi gerhana matahari.
Dikutip dari Majelis Ulama Indonesia (MUI Digital), Shalat Gerhana Matahari atau Shalat Kusuf termasuk dalam kategori shalat sunnah muakkadah, yakni ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Bagi umat Muslim yang hendak menunaikannya, terdapat tata cara khusus yang perlu diperhatikan, mulai dari niat, jumlah rakaat, hingga bacaan yang dilafalkan. Shalat gerhana matahari dapat dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid maupun di tempat terbuka seperti lapangan. Ibadah ini terdiri atas dua rakaat dengan tata cara yang pada dasarnya mirip dengan pelaksanaan shalat sunnah lainnya.
Dalam pelaksanaannya, shalat gerhana tidak didahului dengan adzan maupun iqamah. Ketika gerhana mulai berlangsung, bilal cukup menyerukan ajakan shalat dengan lafaz “as-salatu jami’ah” sebagai tanda untuk mengumpulkan kaum Muslimin agar bersama-sama melaksanakan Shalat Gerhana Matahari. Lalu, bagaimana tata cara melaksanakan shalat gerhana matahari? Berikut ini tata cara shalat gerhana matahari seperti yang dilansir dari NU Online:
- Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram sebagai imam atau makmum. Menghadap kiblat dan membaca niat “Ushalli sunnatan likusufisy syamsi rak’ataini lillahi ta’ala.”.
- Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
- Baca ta‘awudz, Surat Al-Fatihah, dan membaca surat dalam Al-Qur’an.
- Rukuk.
- tidal.
- Baca ta‘awudz, Surat Al-Fatihah, dan membaca surat dalam Al-Qur’an.
- Rukuk kedua.
- Itidal kedua dan baca doa i'tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
- Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.
- Durasi pengerjaan rakaat kedua lebih pendek daripada pengerjaan rakaat pertama.
- Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk tasyahud untuk membaca tasyahud akhir.
- Salam.
- Istighfar dan doa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....