Hidup dengan Gaya, Hidup dengan Estetik

  • 26 Jan 2026 11:43 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Belakangan ini, kata estetik seolah ada di mana-mana. Dari secangkir kopi di pagi hari, outfit bernuansa netral, sampai kamar yang ditata rapi dan minimalis. Media sosial kini penuh dengan potongan hidup yang terlihat tenang, indah, dan tertata.

Tanpa sadar, gaya hidup estetik bukan lagi sekadar selera visual, tapi mulai jadi bagian dari cara banyak orang menjalani hari. Pertanyaannya, apakah ini hanya tren yang kita ikuti bersama, atau justru bentuk kebutuhan emosional untuk merasa lebih nyaman dan aman di tengah hidup yang semakin melelahkan?

Di satu sisi, gaya hidup estetik memang tidak bisa dilepas dari tren sosial. Media sosial punya peran besar dalam membentuk gambaran tentang hidup yang katanya “ideal”. Feed yang rapi, warna yang serasi, dan momen-momen kecil yang terlihat sempurna sering kali jadi standar baru tanpa kita sadari. Dari hal ini, estetik bukan cuma soal suka atau tidak, tapi juga tentang bagaimana seseorang ingin dilihat. Ada dorongan halus untuk ikut menyesuaikan diri, supaya nggak terasa tertinggal atau “tidak masuk” ke dalam arus yang sedang berjalan.

Namun di sisi lain, gaya hidup estetik juga punya sisi yang jauh lebih personal. Di tengah rutinitas yang padat, tekanan hidup, dan juga pikiran yang sering banget penuh, hal-hal estetik justru bisa jadi cara sederhana untuk menenangkan diri. Menata kamar, memilih baju yang nyaman dipandang, atau menikmati kopi di tempat yang tenang bisa memberi rasa kontrol atas hidup yang terasa berantakan. Estetik, dalam konteks ini, bukan soal pamer, tapi soal mencari ruang aman dan tempat di mana seseorang bisa bernapas lebih pelan.

Padahal, estetik tidak selalu harus mahal, rapi sempurna, atau sesuai standar media sosial. Estetik bisa sesederhana sudut kamar favorit, playlist lagu yang menenangkan, atau waktu diam tanpa distraksi. Setiap orang punya versi estetiknya sendiri, dan semuanya sah. Yang penting bukan seberapa indah terlihat dari luar, tapi seberapa jujur dan nyaman dirasakan dari dalam.

Tidak semua yang estetik berarti palsu, dan tidak semua yang sederhana berarti kurang. Selama gaya hidup estetik dijalani dengan jujur dan tanpa paksaan, ia bisa menjadi bentuk perawatan diri yang valid. Karena hidup tidak harus selalu terlihat sempurna hanya cukup terasa nyaman untuk dijalani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....