Pembangunan KNMP Samber-Binyeri Beri Dampak Nyata bagi Nelayan

  • 19 Agt 2026 14:20 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak: Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Samber-Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Papua, mulai memberikan dampak nyata terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat nelayan.Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Samber-Binyeri sebelumnya menjadi model percontohan yang kemudian dikembangkan dan ditransformasikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat produktivitas, koperasi, kemitraan, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil tangkapan nelayan serta mendorong perekonomian masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra mengatakan, pembangunan KNMP merupakan bagian dari program pemerintah yang terus dikembangkan di sejumlah wilayah Kabupaten Biak Numfor.

“Program Kampung Nelayan Merah Putih secara keseluruhan telah dibangun 11 kampung nelayan merah putih dari 61 yang diusulkan. Dari 61 telah ditetapkan dalam SK sebanyak 31 lokasi dan rencananya akan dibangun tahun depan,” ujar Bupati pada Sabtu 15 Agustus 2026

Menurut Bupati, pembangunan KNMP tidak hanya menyasar penyediaan fasilitas, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi nelayan melalui koperasi dan kemitraan dengan pihak yang menyerap hasil tangkapan.

Sementara itu, Kepala Kampung Binyeri Abraham Msen menilai keberadaan KNMP dan koperasi memberikan peluang bagi masyarakat nelayan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan.

“Dengan adanya koperasi yang memperbantu kami juga masyarakat sehingga tidak terus ke pasar tapi bisa di sini saja karena harga ikan juga sudah mulai bagus. Dan untuk ke depan bagian ini menjadi tanggung jawab kami sebagai pemerintah kampung untuk ke depan kami juga tetap kolaborasi terus dengan Dinas Perikanan sehingga bagian ini bagian-bagian yang harus kami lengkapi,” kata Abraham.

Dari sisi kemitraan, PT Perikanan Nusantara Jaya menjadi salah satu offtaker yang bekerja sama dengan Koperasi Samber-Binyeri Maju. Kemitraan tersebut telah berjalan sejak 8 Mei 2024 untuk menyerap hasil tangkapan nelayan lokal.

Selama kemitraan berjalan, PT Perikanan Nusantara Jaya telah mengirim 21 kontainer hasil perikanan dari Samber-Binyeri dengan estimasi 330 hingga 350 ton. Hasil perikanan tersebut dikirim ke sejumlah daerah, di antaranya Semarang, Surabaya, Jakarta dan Bitung.

Mitra Koperasi Samber-Binyeri Maju, Hendrio Mahu, mengatakan keberadaan fasilitas pemerintah dan offtaker memberikan kepastian bagi nelayan dalam memasarkan hasil tangkapannya.

“Jadi kalau dengan adanya ini, dengan adanya fasilitas dari KKP atau dari pemerintah, kemudian ada kami selaku off-taker, memberi kepastian dari membeli hasil tangkapan nelayan itu sendiri. Jadi kami selama 2 tahun ini sudah berjalan kemitraan kami,” ujar Hendrio.

Ia menyebut sejumlah komoditas unggulan yang dipasarkan melalui kemitraan tersebut antara lain ikan tuna, cakalang, kakap, kerapu dan angoli atau golden snapper.

Hal yang sama juga di ungkpakan , Ketua Koperasi Samber-Binyeri Maju Adam Mampioper mengatakan pembangunan KNMP yang terintegrasi dengan koperasi mulai menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kampung.

Menurut Adam, kemitraan dengan offtaker juga berdampak terhadap peningkatan harga ikan yang diterima nelayan.

“Dengan upaya-upaya yang kita sudah lakukan bersama off taker mengenai harga-harga ikan, masyarakat sudah mulai banyak bergabung karena di beberapa hari yang baru lewat ini usaha kami untuk kami punya off taker atau PKS itu sudah mulai harga ikan mulai naik, dari dulu harganya 14, 15, ya sekarang sudah mencapai 23, 20 sampai 23 ribu,” kata Adam.

Dampak keberadaan KNMP dan koperasi juga dirasakan langsung oleh nelayan Samber-Binyeri, Ortisan Miokbun. Ia mengatakan koperasi telah membawa perubahan, khususnya dalam pemasaran hasil tangkapan nelayan.

“Adanya adanya koperasi ini kami sangat kami sangat berterima kasih karena benar-benar perubahan dalam artian dulunya kami jual hasil tangkapan kami ke pasar Fandoi, seketika ada koperasi, hadirnya ada koperasi di sini kami sangat senang dan sangat membantu kami,” ujar Ortisan.

Keberadaan koperasi juga membantu nelayan memenuhi kebutuhan untuk melaut dan mendukung perekonomian keluarga. Dengan adanya tempat pemasaran di kawasan kampung, nelayan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasar di kota.

Saat ini, Koperasi Samber-Binyeri Maju tercatat memiliki sekitar 89 anggota. Penguatan koperasi, kemitraan dengan offtaker dan dukungan pemerintah diharapkan menjadi bagian penting dalam pengembangan KNMP sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....