Biak Numfor Usulkan 25 Kampung Nelayan Merah Putih

  • 16 Feb 2026 15:41 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak — Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menargetkan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai program prioritas tahun 2026. Dari alokasi sekitar 200 lokasi untuk Tanah Papua oleh pemerintah pusat, Pemkab Biak Numfor telah mengusulkan 25 lokasi, dengan empat titik ditetapkan sebagai hub utama. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Biak Numfor Effendi Igirisa, menjelaskan, empat hub tersebut akan tersebar di wilayah utara, barat, timur, dan Pulau Numfor. Masing-masing hub akan didukung oleh empat hingga lima kampung penyangga.

“Untuk tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan kurang lebih seribu lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia, dan khusus Tanah Papua mendapat alokasi sekitar 200 lokasi. Kabupaten Biak Numfor telah mengusulkan 25 lokasi, di mana empat di antaranya akan menjadi hub, yakni di wilayah utara, barat, timur, dan Pulau Numfor,” ujarnya pada Senin, 16 Februari 2026.

Menurutnya, konsep pengembangan hub akan mencontoh model yang telah diterapkan di Samber Binyeri, di mana fasilitas utama terpusat di hub, namun kampung-kampung penyangga tetap mendapatkan dukungan sarana perikanan.

“Modelnya seperti di Samber Kalamo. Di hub akan dibangun fasilitas yang lebih lengkap, sementara kampung tetangga tetap mendapat dukungan seperti perahu, motor tempel, dan alat tangkap untuk menunjang aktivitas nelayan serta mendukung operasional hub tersebut,” jelasnya.

Selain program jangka pendek tersebut, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga menyiapkan langkah jangka panjang berupa pembangunan industri pengolahan ikan di daerah itu. Upaya ini tengah dibahas dan dilobi ke pemerintah pusat serta sejumlah pelaku usaha.

“Pak Bupati memiliki cita-cita agar di Biak harus ada industri pengolahan ikan. Saat ini kami sedang melakukan lobi ke pemerintah pusat dan juga beberapa pelaku usaha. Ini memang bukan pekerjaan sehari dua hari, karena ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan industri pengolahan ikan membutuhkan kesiapan lahan dan dukungan investor, mengingat nilai investasinya cukup besar.

“Kalau bicara industri, kita tidak bisa langsung bangun hari ini. Kita harus siapkan lahannya, mencari investor, karena ini investasi yang cukup besar. Jadi jangka pendeknya adalah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, sedangkan jangka panjangnya adalah menghadirkan industri pengolahan ikan di Biak,” ujarnya

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor optimistis sektor perikanan akan semakin berkembang, tidak hanya meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, tetapi juga membuka peluang investasi dan lapangan kerja melalui rencana industri pengolahan ikan di masa mendatang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....