Kolaborasi Bersihkan Laut, PSDKP Biak Kumpulkan 234 Kg Sampah
- 12 Agt 2026 19:08 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Biak bersama sejumlah instansi maritim, komunitas lingkungan dan masyarakat berhasil mengumpulkan 234 kilogram sampah dalam kegiatan Laut Bersih dari Sampah di kawasan Samber Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Rabu 12 Agustus 2026. Sampah yang dikumpulkan sebanyak 28 kantong tersebut didominasi sampah plastik, kemudian sampah campuran dan sampah organik.
Selaku Katimja Sumber Daya Kelautan sekaligus penanggungjawab pelaksanaan kegiatan, Irwan Rante, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mewujudkan ekonomi biru, khususnya menjaga laut tetap bersih dari sampah plastik serta mempertahankan keberlanjutan ekosistem kelautan.
“Adapun hasil kegiatan yang kami lakukan dalam kegiatan Laut Bersih dari Sampah di Samber Binyeri, totalnya 234 kilogram dengan 28 kantong. Sampah yang dominan adalah sampah plastik, kemudian disusul sampah campuran dan terakhir sampah organik,” ujar Irwan.
Ia menjelaskan, sampah yang telah dikumpulkan selanjutnya akan ditangani dan diangkut melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Biak Numfor.
“Untuk penanganan selanjutnya, kami juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk kemudian sampah-sampah ini diangkut,” katanya.
Menurut Irwan, kegiatan bersih pantai tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan.
“Laut harus bersih dan bebas sampah. Ini merupakan salah satu prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mewujudkan ekonomi biru, sehingga laut tetap bersih, berkesinambungan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, PSDKP Biak berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut, Wing Udara 3 Puspenerbal, Lanal Biak, Basarnas, KUD Koperasi Samber, Kelompok Masyarakat Pengawas atau Pokmaswas Samber Binyeri, masyarakat setempat serta komunitas peduli lingkungan seperti Trash Hero Biak.
Irwan menegaskan, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bersih pantai dalam momentum tertentu, tetapi dapat menjadi kebiasaan dan budaya masyarakat.
“Kami mengharapkan ke depan kegiatan ini bukan menjadi rutinitas pada saat-saat atau momentum tertentu saja, tetapi menjadi kebiasaan dan budaya masyarakat untuk menjaga kebersihan laut,” ucapnya
Ia mengajak masyarakat tidak menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah, mengingat laut merupakan sumber kehidupan sekaligus sumber mata pencaharian masyarakat pesisir.
“Laut itu adalah sumber kehidupan. Jangan dijadikan laut sebagai tempat sampah, karena laut merupakan sumber kehidupan dan sumber mata pencaharian masyarakat,” ujarnya mengakhiri
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....