BMKG dan BPBD Biak Ingatkan Warga Waspadai Dampak El Nino
- 29 Jul 2026 13:41 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak: Fenomena El Nino yang berdampak pada penurunan curah hujan di Kabupaten Biak Numfor, Papua, membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Biak bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Biak Numfor mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas dan kondisi kering. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Frans Kaisiepo Biak, Iqbal Nur Wijaya menjelaskan, sepanjang Juli 2026 terjadi penurunan curah hujan yang cukup signifikan di wilayah Biak Numfor dan sekitarnya. Kondisi tersebut ditandai dengan cuaca yang cenderung cerah hingga cerah berawan, panas, dan kering.
“Pada dasarian pertama Juli, anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 tercatat plus 1,47 derajat Celsius yang mengindikasikan El Nino moderat hingga kuat. Kemudian pada dasarian kedua meningkat menjadi plus 1,55 derajat Celsius yang mengindikasikan El Nino kuat,” ujarnya pada Rabu 29 Juli 2026
Menurutnya, pada dasarian pertama, curah hujan masih cukup terjadi karena adanya pengaruh siklon tropis yang menjalar di wilayah Papua bagian utara pada 3 hingga 9 Juli 2026. Sementara pada dasarian kedua, curah hujan semakin minim akibat gangguan pola angin siklonik dan area tekanan rendah di utara Papua yang belum cukup signifikan membentuk awan hujan.
BMKG mencatat terdapat lima hari tanpa hujan pada dasarian pertama dan tujuh hari tanpa hujan pada dasarian kedua Juli 2026. Bahkan, berdasarkan pengamatan BMKG Biak, sejak 20 hingga 28 Juli tidak tercatat curah hujan.
“Untuk periode 29 Juli hingga pekan pertama Agustus atau sampai 7 Agustus 2026, masih berpeluang terjadi hujan ringan yang dapat disertai angin pada siang hari atau dini hari. Secara umum, cuaca masih cenderung cerah hingga cerah berawan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Biak Numfor,Lot L Yensenem, mengingatkan kondisi panas dan kering berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, mulai dari kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, hingga risiko gagal panen dan kebakaran lahan.
“Hal yang harus kita hati-hati bersama adalah panas global ini dapat mengakibatkan kegagalan panen. Tumbuhan-tumbuhan akan menjadi kering dan kita lihat sekarang ada banyak tumbuhan yang kering,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat menghemat penggunaan air, terutama di wilayah kepulauan dan daerah yang mulai mengalami kekeringan. Kondisi tersebut dikhawatirkan menyebabkan sumber air masyarakat mengalami penyusutan, bahkan perubahan kualitas air.
Selain dampak terhadap lingkungan, cuaca panas juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Situasi panas ini dapat berdampak kepada masyarakat, baik anak-anak, orang dewasa maupun orang tua. Karena itu, kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi panas yang terjadi,” ujarnya.
BPBD Biak Numfor juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memperkuat penyampaian informasi dan langkah mitigasi kepada masyarakat terkait dampak cuaca panas.
Di sisi lain, kondisi kering juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. BPBD mengimbau masyarakat tidak membakar sampah, membuka kebun dengan cara membakar, maupun membuang puntung rokok sembarangan.
“Situasi sekarang semuanya sudah kering. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sengaja membuang puntung rokok dan tidak membakar kebun karena api dapat merambat ke kawasan hutan, bahkan bisa sampai ke rumah warga,” ucapnya mengakhiri
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....