Bulog Biak-Dinas Pertanian Sidak Pasar, Cek Stok Beras SPHP dan Minyakita
- 09 Jun 2026 16:35 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Perum BULOG Kantor Cabang Biak bersama Dinas pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor melakukan pemantauan ketersediaan pangan di Pasar Darfuar atau pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), Selasa 9 Juni 2026. Pemantauan difokuskan pada ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat Minyakita.
Kepala Perum BULOG KC Biak, Armin Bandjar, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan beras SPHP masih tersedia dalam jumlah yang cukup di pasar dengan harga jual Rp65.000 per kemasan 5 kilogram.
“Hasil pengecekan, untuk beras SPHP msh cukup banyak tersedia, dengan harga jual Rp.65.000/5 kg,” kata Armin Banjar.
Sementara itu, Minyakita tidak ditemukan di Pasar Darfuar. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pedagang, produk minyak goreng bersubsidi tersebut sudah hampir satu bulan tidak dijual di pasar.
Ia menjelaskan, minyak goreng yang saat ini tersedia di pasar berasal dari berbagai merek dengan harga yang bervariasi.
“Migor yg sementara tersedia di pasar bervariasi. Harga termurah migor di pasar SP2KP merk Lavenia (Rp.23.000,-/900 ml atw Rp.25.555,-/liter), dan termahal merk Bimoli dijual Rp.30.000,-/liter),” katanya.
Terkait ketersediaan beras, Armin memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berada di gudang BULOG KC Biak masih mencukupi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
“Stok beras CBP Perum BULOG KC.Biak per 09 Juni 2026 sebanyak 1.300 ton, msh cukup aman hingga 3 bulan kedepan,” ujar Armin.
Namun demikian, untuk stok Minyakita yang berasal dari skema Domestic Market Obligation (DMO), saat ini belum tersedia di gudang BULOG. Distribusi terakhir ke pasar tradisional dilakukan pada April 2026.
“Namun untuk stok Minyakita DMO di gudang Bulog saat ini masih kosong. Terakhir pengisian Minyakita DMO ke pasar tradisional dilakukan pada bulan April 2026,” katanya.
Meski demikian, Armin menegaskan pasokan Minyakita yang masuk ke BULOG KC Biak sepanjang tahun 2026 sebenarnya cukup besar. Sebagian besar stok tersebut telah dialokasikan untuk program bantuan pangan pemerintah.
“Tahun 2026 ini Minyakita yg masuk ke KC. Biak sebenarnya cukup banyak 157 ton. Namun sebagian besar 102 ton disalurkan pada bantuan pangan alokasi Feb-Mar 2026. Hanya sekitar 55 ton yg digunakan untuk pengisian pasar tradisional,” ujarnya.
Pemantauan pasar tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Biak Numfor, terutama beras dan minyak goreng yang menjadi komoditas strategis bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....