MBG Biak Numfor Kembali Berjalan, SPPG Waupnor Beroperasi Lagi
- 14 Mei 2026 13:38 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Biak Numfor, Papua, kembali beroperasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wapnor setelah sempat terhenti beberapa pekan lalu. Penghentian sementara dilakukan guna memenuhi standar ketentuan yang ditetapkan, termasuk perbaikan fasilitas dan pemasangan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) agar berjalan higienis dan tidak mencemari lingkungan sekitar.
Dari sembilan SPPG yang beroperasi di wilayah Biak Numfor, baru beberapa dapur yang telah selesai direnovasi dan siap digunakan. Salah satunya di SPPG Wapnor. Meski sempat mengalami jeda pelayanan, antusiasme masyarakat dan anak-anak penerima manfaat masih terlihat sangat tinggi menyambut kembalinya program ini.
SPPG Wapnor sendiri melayani penyaluran makanan bergizi ke sejumlah satuan pendidikan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama. Sekolah yang masuk dalam cakupan pelayanan ini meliputi SD Inpres Aru, SD Inpres Burokup, SD Negeri Samau, AD YPK 2A, SD YPK 2B, SD Inpres Saramom, SD YPK Rumainum Burokup, TK Hang Tuah, TK Ade Irma Suryani Nasution, TK Maranatha, Kb Bethesda, dan SMP YPK Efata Waupnor Biak.
| Baca juga: Perdana,Kabupaten Asmat Mengikuti FBMW 2026 |
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waupnor, Yuanita Kristanto, menjelaskan bahwa kembalinya pelayanan MBG di wilayahnya berkat kerja sama lintas instansi yang solid.
"Kembali berjalan normal ini atas kerjasama yang baik antar instansi yaitu DLH, dan juga mitra dari Mitra MBG selaku penyedia gedung dan lahan. Jadi ketika BGN meminta suatu persyaratan seperti IPAL, instalasi pengelolaan air limbah, supaya tidak mencemari lingkungan di daerah sekitar SPPG. Lalu kita kerjasama juga dengan Dinas Lingkungan Hidup bagaimana kita berupaya untuk tidak sampai mengganggu lingkungan tetangga-tetangga yang bertempat tinggal di sekitaran SPPG," ujar Yuanita.
Yuanita juga menjelaskan alasan utama penghentian sementara program yang sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Menurutnya, langkah itu diambil demi meningkatkan kualitas fasilitas dan menjamin keamanan pangan yang disajikan agar sesuai standar.
"Pemberhentian ini atas dasar pembangunan kembali SPPG supaya jauh lebih higienis, lebih mendukung program ini dengan baik. Kenapa berhenti? Karena ini termasuk renovasi yang cukup berat, karena kita harus menggali lagi ulang saluran-saluran air, supaya saluran air ini terintegrasi, supaya tidak menimbulkan hal-hal yang dikhawatirkan di kemudian hari. Makanya diberhentikan dulu supaya tidak ada terjadinya kontaminasi, entah itu dari proyek ke makanan. Jadi, ini termasuk kerja yang cukup berat, sehingga keputusan dari bagian pusat itu memberhentikan sementara seluruh SPPG, agar SPPG ini bisa lebih baik," ujarnya
Terkait kapan seluruh SPPG di Biak Numfor kembali beroperasi serentak, Yuanita menyampaikan bahwa progres pembangunan dan pemasangan fasilitas sudah berjalan pesat. Saat ini tahap yang tersisa adalah pemasangan peralatan pendukung yang telah dipesan dari Jawa.
"Untuk masyarakat, mungkin bertanya-tanya kapan MBG akan dimulai kembali. Jadi, untuk keseluruhan dari SPPG di seluruh Biak Numfor ini, akan diumumkan segera oleh kepala SPPG-nya. Nanti diberitahukan kepada setiap penerima manfaat di sekolah-sekolah. Untuk saat ini, progres IPAL sudah jauh berkembang pesat. Tinggal instalasi alat yang telah dipesan dari Jawa, sehingga pelaksanaan MBG ini akan segera pulih kembali," jelas Yuanita.
Selain itu, Yuanita juga menyampaikan harapan agar pasokan bahan baku makanan dapat terkontrol dengan baik, sehingga tidak terjadi persaingan kebutuhan antara keperluan program MBG dan kebutuhan masyarakat umum. Ia juga berharap keberadaan SPPG dapat mendorong perekonomian warga setempat.
"Ada juga pesan harapan kami semua, bahan baku bisa dapat terkontrol dengan baik, sehingga masyarakat di luar daripada penerima manfaat, contohnya ibu rumah tangga, dan yang lain-lain yang membutuhkan bahan baku, supaya tidak berebutan. Nanti kita upayakan bagaimana caranya dapur beroperasional ini tidak mengganggu kegiatan masyarakat, dan mendorong supaya UMKM masih bisa berjalan sebagaimana mestinya. Jadi, seharapan kami dengan adanya SPPG ini, penyerapan dari peternak, petani bisa maksimal," ucapnya
Dengan selesainya perbaikan fasilitas dan pemenuhan seluruh persyaratan teknis yang ditetapkan, keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Biak Numfor diharapkan dapat berjalan lebih aman, bersih, dan bermanfaat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....