Kodau III Gelar Seminar Mitigasi Sisa Bahan Peledak Perang Dunia II

  • 27 Jul 2026 13:41 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak -Menyambut Hari Bhakti TNI AU ke79, Komando Daerah Angkatan Udara III menggelar kegiatan Seminar Nasional Mitigasi Ancaman Sisa Bahan Peledak Perang Dunia II (Explosive Remnants of War/ERW) di Gedung GSG Subari Kodau III Biak,Senin 27 Juli 2026. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur mulai dari Pemerintah Daerah, Kepala Satuan TNI Polri, Tokoh Adat, masyarakat, Pemuda, komunitas, Mahasiswa dan Pelajar yang ada di Biak Numfor. yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya sisa amunisi Perang Dunia II yang masih ditemukan di wilayah Biak.

Panglima Kodau III, Marsekal Muda TNI Dr. Azhar Aditama Djojosugito, S.Sos., M.M., M.Han., mengatakan seminar ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI Angkatan Udara dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui edukasi mengenai ancaman Explosive Remnants of War (ERW).

“Kita harus menyadari bersama bahwa dari 1944 sampai dengan hari ini, memang masih banyak bahan peledak sisa perang Dunia II, tetapi langkah mitigasi yang bisa kami sampaikan yaitu mari bersama kita mengidentifikasi, kemudian melokalisasi barang-barang tersebut dan kita akan mendisposalnya,intinya mari sama-sama kita membuat sebuah kondisi yang aman, kondisi yang bebas dari bahan peledak,” ujar Pangkodau III

Sementara itu, Kepala BDPB Biak Numfor, Lot L Yensenem, mengatakan Pemerintah Daerah telah melakukan langkah mitigasi terhadap keberadaan sisa amunisi perang, khususnya bom peninggalan Perang Dunia II yang masih ditemukan di sejumlah wilayah. Ia menjelaskan, sejak 30 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor telah menetapkan tim khusus untuk melakukan mitigasi terhadap potensi bencana yang ditimbulkan oleh sisa amunisi perang.

“Timnya terdiri dari berbagai pihak yang mempunyai kepentingan, dan di dalamnya ada para ahli yang bisa memberikan informasi tentang potensi peledakan bom itu. Pemerintah daerah tidak mempunyai kapasitas tertentu pada bagian itu, tetapi mempunyai regulasi yang sudah ditetapkan oleh Bapak Bupati dan sudah disebarkan untuk menjadi perhatian masyarakat,” katanya.

Melalui seminar ini diharapkan lahir rekomendasi yang aplikatif untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendukung terciptanya lingkungan yang aman dari ancaman sisa bahan peledak perang.

Sebelumnya seminar diawali dengan pemaparan materi "Keselamatan Masyarakat dalam Menghadapi Temuan ERW" yang disampaikan oleh Letkol Tek Kurniawan Ardhianto, S.T., M.S. dari Depo Pemeliharaan 60 Lanud Iswahjudi. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi video conference (Vicon) bersama Letkol Christopher Silva dari Director Maritime USMILGP ODC, yang menyampaikan materi "Best Practice Penanganan ERW di Berbagai Negara", memberikan wawasan mengenai praktik terbaik penanganan sisa bahan peledak perang berdasarkan pengalaman internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....