81 Tahun RRI : Memperkuat Ekosistem Literasi hingga ke Wilayah Perbatasan
- 11 Sep 2026 13:51 WIB
- Batam
Penulis: Harken (Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Kepulauan Riau)
Memasuki usia ke-81 tahun, Radio Republik Indonesia (RRI) bukan sekadar merayakan perjalanan panjang sebuah lembaga penyiaran. Delapan puluh satu tahun RRI adalah perjalanan pengabdian dalam menjaga suara Indonesia, menyampaikan informasi, mencerdaskan masyarakat, serta memperkuat persatuan bangsa dari masa perjuangan hingga memasuki era digital.
Dalam perjalanan panjang bangsa ini, radio memiliki posisi yang sangat penting dan strategis, saat akses informasi sulit diperoleh, radio menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai peristiwa, pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, dan informasi kebangsaan. Peran tersebut tidak kehilangan relevansinya ketika teknologi berkembang di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan media publik yang terpercaya semakin dibutuhkan.
Hari ini masyarakat hidup dalam ruang informasi yang sangat terbuka, setiap orang dapat menjadi pembuat sekaligus penyebar informasi, kecepatan menjadi keunggulan, tetapi pada saat yang sama muncul tantangan berupa hoaks, disinformasi, misinformasi, ujaran kebencian, serta berbagai konten yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, literasi masyarakat tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Literasi harus berkembang menjadi kemampuan memahami informasi, memilah sumber, memeriksa kebenaran, berpikir kritis, serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab. Pada titik inilah RRI dapat mengambil peran strategis dalam membangun dan memperkuat ekosistem literasi nasional.
Ekosistem literasi tidak mungkin dibangun oleh satu lembaga saja. Ekosistem literasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perpustakaan, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), media, dunia usaha, keluarga, dan masyarakat. Masing-masing memiliki peran yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama: memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pengetahuan dan informasi yang berkualitas.
Dalam ekosistem tersebut, RRI menjadi salah satu simpul penghubung. Dimana program siaran pendidikan, dialog publik, diskusi kebudayaan, literasi digital, ruang komunitas, cerita inspiratif, hingga pengenalan karya dan potensi masyarakat daerah dapat menjadi bagian dari gerakan literasi yang lebih luas.
Bagi Provinsi Kepulauan Riau, penguatan ekosistem literasi memiliki tantangan sekaligus nilai strategis yang berbeda. Kepulauan Riau merupakan wilayah kepulauan dan perbatasan negara dengan beberapa negara tetangga, jarak antarpulau, kondisi geografis, serta keterbatasan akses terhadap berbagai sumber pengetahuan membuat kehadiran media publik menjadi semakin penting.
Di daerah perbatasan, RRI bukan hanya berfungsi sebagai media penyampai informasi. RRI adalah bagian dari ekosistem literasi sekaligus salah satu wajah kehadiran negara. Melalui siaran yang menjangkau masyarakat di pulau-pulau, RRI dapat menghadirkan pengetahuan, memperkenalkan kebijakan publik, mengangkat persoalan masyarakat, serta memperkuat kesadaran bahwa masyarakat di wilayah perbatasan merupakan bagian penting dari Indonesia.
Lebih dari itu, RRI menjadi ruang bagi tumbuhnya literasi berbasis kearifan lokal, sejarah, budaya Melayu, bahasa, cerita rakyat, karya penulis daerah, tradisi masyarakat pesisir, serta berbagai pengetahuan lokal Kepulauan Riau perlu terus didokumentasikan, dibicarakan, dan diwariskan kepada generasi muda.
Kolaborasi antara RRI dan komunitas literasi seperti TBM menjadi penting agar literasi tidak berhenti di ruang studio atau ruang kelas. RRI dapat membawa suara komunitas ke ruang publik, sementara komunitas dapat menghadirkan pengalaman nyata masyarakat sebagai bahan informasi dan pembelajaran. Dengan demikian, terjadi hubungan dua arah, yaitu media memperkuat gerakan literasi, dan gerakan literasi memperkaya konten media.
Teknologi memang mampu memangkas jarak dan waktu namun, jangan sampai teknologi justru memangkas sisi kemanusiaan. Kemajuan teknologi harus diiringi dengan kemampuan masyarakat untuk berpikir kritis, menghargai perbedaan, menjaga etika, dan tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
HUT ke-81 RRI harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran media publik sebagai bagian dari ekosistem literasi Indonesia.
Selamat ulang tahun ke-81 Radio Republik Indonesia. Teruslah menjadi media publik yang mencerdaskan, menyatukan, dan menginspirasi masyarakat Indonesia. Teruslah hadir memberikan informasi yang terpercaya, edukatif, berimbang, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Dari pusat hingga perbatasan, dari kota hingga pulau-pulau terluar, RRI harus terus mengudara. Sebab setiap suara yang sampai kepada masyarakat bukan sekadar informasi, tetapi juga pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, dan bentuk nyata kehadiran Indonesia.
81 tahun RRI mengabdi untuk negeri. Mari bersama membangun ekosistem literasi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan demi masyarakat Indonesia yang cerdas, kritis, berbudaya, dan berkarakter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....