Jesse Marsch Desak Manchester City Terdegradasi karena Pelanggaran Finansial

  • 05 Okt 2026 15:56 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pelatih Timnas Kanada Jesse Marsch menilai Manchester City layak menerima hukuman berat setelah dinyatakan melakukan pelanggaran serius terhadap regulasi finansial Liga Premier Inggris.

Dilansir dari Reuters, Marsch bahkan berpendapat sanksi terhadap klub yang didukung pemilik asal Abu Dhabi tersebut seharusnya berupa degradasi. Pandangan itu disampaikan berdasarkan pengalamannya ketika masih menangani Leeds United pada 2022 hingga 2023.

"Saya pikir Manchester City harus dihukum berat. Menurut saya, mereka harus terdegradasi, dan omong-omong, semua orang sudah mengetahuinya. Semua orang tahu," kata Marsch kepada The Guardian dalam wawancara yang diterbitkan Minggu.

Manchester City sebelumnya dinyatakan bersalah atas pelanggaran aturan finansial Liga Premier dalam periode sembilan musim, yakni sejak 2009-10 hingga 2017-18. Kompetisi tersebut menilai klub menggunakan kontrak komersial yang dianggap tidak mencerminkan transaksi sebenarnya untuk memperbesar pendapatan sekaligus mengecilkan biaya yang dilaporkan.

Nilai transaksi yang dipermasalahkan disebut mencapai lebih dari 900 juta poundsterling atau sekitar 1,19 miliar dolar AS. Manchester City menolak tuduhan tersebut dan menilai putusan komisi independen mengandung kesalahan dalam aspek hukum, prinsip, maupun fakta.

Klub asal Manchester itu kemudian mengajukan banding terhadap keputusan tersebut. Proses banding akan ditangani secara tertutup oleh panel independen beranggotakan tiga orang.

Marsch mengaku telah melihat adanya perbedaan mencolok antara kondisi keuangan Leeds dan Manchester City ketika berada di Liga Premier. Ia mengingat kembali aktivitas transfer pada musim panas 2022.

Pada periode tersebut, Leeds melepas Raphinha ke Barcelona dan Kalvin Phillips ke Manchester City. Kedua transfer tersebut membantu Leeds mencatat keuntungan dari sisi keuangan.

"Pada musim panas itu (2022), kami dan Manchester City adalah satu-satunya tim yang mengatakan bahwa kami menghasilkan uang. Bagi kami, memang benar karena kami menjual Raphinha dan Kalvin Phillips. Kami masih memiliki banyak sisa dari apa yang kami keluarkan saat membeli mereka," ujar Marsch.

Menurut Marsch, Leeds harus berhati-hati dalam mengelola keuangan karena pemilik klub tidak memiliki sumber dana sebesar Manchester City.

"Saat itu, kondisi keuangan kami tidak memungkinkan untuk tidak melakukan penghematan. Pemilik kami tidak memiliki dana yang sangat besar. Sementara ketika Manchester City mengatakan hal tersebut, saya benar-benar berpikir, 'Apakah kalian serius? Apakah ini semacam lelucon?'" katanya.

Marsch juga mengaku sudah merasa ada sesuatu yang janggal ketika Manchester City mengumumkan perekrutan Erling Haaland dari Borussia Dortmund. Striker asal Norwegia itu bergabung dengan City pada musim panas 2022 dengan nilai transfer yang dilaporkan sebesar 52 juta poundsterling.

"Ketika mereka mengatakan mendapatkan Erling Haaland seharga 52 juta poundsterling, saya berpikir, 'Ya, oke, tentu saja!' Jadi, saya tahu ada ketidaksesuaian di dalamnya, tetapi apa yang bisa dilakukan? Anda hanya bisa mengangkat tangan dan berkata, 'Inilah sepak bola,'" ujar Marsch.

Reuters telah meminta tanggapan Manchester City terkait pernyataan yang disampaikan Marsch.

Selain denda, Manchester City dapat menghadapi pengurangan poin dan bentuk hukuman olahraga lainnya apabila putusan pelanggaran tersebut tetap berlaku. Degradasi hingga pencabutan gelar juga disebut sebagai beberapa kemungkinan sanksi.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah hukuman akan diberlakukan sebelum proses banding Manchester City menghasilkan keputusan akhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....