Pau Cubarsi Ajak Pemain Muda Peduli Kesehatan Mental
- 02 Okt 2026 18:47 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Bek muda Timnas Spanyol dan Barcelona, Pau Cubarsi, mengajak pesepak bola muda untuk lebih terbuka terhadap persoalan kesehatan mental. Menurutnya, tekanan dalam perjalanan karier tidak harus dihadapi seorang diri dan meminta bantuan bukanlah sesuatu yang perlu dianggap sebagai kelemahan.
Dilansir dari Reuters, pesan tersebut disampaikan Cubarsi setelah perjalanan kariernya berkembang sangat cepat. Di usia 19 tahun, ia telah mengangkat trofi Piala Dunia bersama Spanyol dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik turnamen. Namanya juga masuk dalam kandidat kuat penghargaan Golden Boy.
Meski pencapaiannya terbilang besar untuk pemain seusianya, Cubarsi mengatakan perjalanan menuju level tertinggi tetap membutuhkan dukungan di luar lapangan. Ia mengungkapkan pernah mendapat pendampingan psikolog klub ketika mulai beradaptasi dengan tim senior Barcelona. Ia juga beberapa kali menjalani terapi.
Pengalaman tersebut membuat Cubarsi melihat kesehatan mental sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan seorang pemain profesional.
"Menurut saya, hal itu adalah yang paling penting, yaitu menjaganya. Kita harus melatih pola pikir dan menjaga kesehatan mental," kata Cubarsi kepada Reuters dalam wawancara eksklusif.
Cubarsi juga menekankan bahwa lingkungan sepak bola perlu membuat pemain merasa aman ketika ingin menceritakan masalah yang sedang mereka hadapi. Ia menilai seseorang yang sedang mengalami masa sulit tidak seharusnya mendapat stigma hanya karena memilih untuk meminta pertolongan.
"Saya percaya ketika seseorang merasa perlu berbicara karena sedang mengalami masa sulit, mereka tidak boleh dihakimi. Mereka harus merasa nyaman untuk mengatakan, 'Saya sedang melalui masa sulit, dan itu tidak apa-apa'."
Bagi Cubarsi, dukungan profesional tidak hanya diperlukan ketika seorang pemain sudah mengalami masalah berat. Konsultasi juga dapat menjadi cara untuk memahami kondisi diri, mengevaluasi pola pikir, serta mengetahui bagian-bagian yang masih perlu dikembangkan.
Ia sendiri memilih menghadapi tekanan dengan menjaga kepercayaan diri. Kesalahan di pertandingan memang bisa berdampak besar, tetapi menurutnya terlalu lama terjebak pada kesalahan justru dapat menghambat perkembangan pemain.
"Saya rasa tekanan memang membantu Anda berkembang setiap hari, tetapi Anda tidak boleh terobsesi dengan kesalahan atau hal-hal yang mungkin tidak berjalan sesuai keinginan," ujarnya.
Karier Muda Bukan Berarti Harus Terburu-buru
Cubarsi mulai merasakan atmosfer tim senior Barcelona ketika usianya baru 16 tahun. Debut tersebut terjadi pada Januari 2024, sebelum ia kemudian mencatat penampilan pertamanya bersama Timnas Spanyol dua bulan berselang.
Perkembangannya berlanjut hingga ia menjadi bagian dari skuad Spanyol yang menjuarai Piala Dunia. Cubarsi tampil dalam setiap menit perjalanan timnya di turnamen tersebut. Lini pertahanan Spanyol hanya kemasukan satu gol dan berhasil membuat Argentina tidak menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran pada pertandingan final.
Namun, pencapaian tersebut tidak membuat Cubarsi beranggapan bahwa pemain muda harus memaksakan diri untuk mencapai level yang sama secepat mungkin.
Ia justru meminta pemain akademi untuk tidak menjadikan keberhasilan remaja lain sebagai ukuran perkembangan diri mereka. Kesempatan setiap pemain, menurutnya, dapat datang pada waktu yang berbeda.
"Kuncinya adalah jika, misalnya, pada usia 16 tahun Anda belum mendapatkan kesempatan, jangan marah atau terjebak dalam situasi tersebut. Tetaplah berjuang dan percaya pada diri sendiri," katanya.
"Pada usia 20 tahun, menurut saya Anda masih dianggap muda. Mereka harus terus berjuang karena ketika kesempatan datang, Anda harus sudah siap."
Penghargaan individu yang diraih Cubarsi di Piala Dunia juga tidak dianggapnya sebagai titik akhir. Ia melihat pencapaian tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
"Ini bukan sesuatu yang membuat Anda boleh berpuas diri, melainkan menyadari bahwa Anda juga mampu mencapai hal-hal besar secara individu dan harus terus berjuang," ujarnya.
Klub Diminta Perhatikan Perkembangan Pemain Muda
Selain persoalan mental, Cubarsi menyoroti bagaimana klub menangani pemain muda di tengah kalender pertandingan yang semakin padat. Menurutnya, kesempatan bermain harus diikuti dengan sistem pendampingan yang mampu menjaga perkembangan pemain dalam jangka panjang.
Ia menyebut pemulihan fisik sebagai salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Istirahat, asupan makanan, latihan di pusat kebugaran, hingga penanganan fisioterapis menjadi bagian dari rutinitas yang harus dijalani pemain profesional.
"Kadang-kadang, karena kami masih dalam masa pertumbuhan, jadwal pertandingan yang sangat padat bisa sedikit berdampak. Namun, Anda juga harus mendengarkan kondisi tubuh dan terus menjaganya," kata Cubarsi.
Menurutnya, status sebagai pesepak bola profesional tetap menuntut kedisiplinan meskipun pekerjaan tersebut dilakukan dengan penuh kesenangan.
"Sepak bola juga merupakan pekerjaan kami, meskipun kami sangat menikmatinya. Ketika tidak sedang berlatih atau bermain, Anda tetap harus bersikap profesional."
Mengenai padatnya jadwal pertandingan, Cubarsi mengusulkan agar pemain memiliki waktu pemulihan yang lebih longgar. Ia juga berharap klub menyusun program khusus untuk memastikan pemain muda mendapatkan pendampingan yang sesuai selama proses menuju level profesional.
"Yang paling utama mungkin memberikan sedikit lebih banyak waktu istirahat di antara pertandingan. Namun, menurut saya itu bukan alasan. Setiap klub juga harus memiliki rencana pengembangan bagi pemain muda, bekerja bersama mereka, menjaga mereka dan, yang paling penting, membantu mereka berkembang."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....