Penilaian Transfer AS Roma 2026/2027, Skuad Gasperini Semakin Lengkap

  • 16 Sep 2026 11:29 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - AS Roma menjadi salah satu klub Serie A yang melakukan perubahan cukup signifikan pada bursa transfer musim panas 2026/27. Giallorossi mendatangkan sejumlah pemain untuk memperkuat skuad Gian Piero Gasperini yang kembali tampil di Liga Champions.

Roma mendatangkan Santiago Castro, Konstantinos Koulierakis, Nahuel Molina, Rodrigo Mora, Leonardo Balerdi, hingga Marten De Roon. Klub juga mempermanenkan Donyell Malen setelah tampil impresif sejak datang dengan status pinjaman pada Januari 2026.

Aktivitas tersebut mulai menunjukkan hasil pada awal musim. Roma memenangkan empat pertandingan pertama Serie A 2026/27, termasuk kemenangan 4-0 atas Fiorentina, 4-0 atas Lecce, 2-1 atas Atalanta dan 2-0 atas Torino.

Donyell Malen — 9,5/10

Keputusan mempermanenkan Donyell Malen menjadi salah satu langkah terbaik Roma.

Penyerang asal Belanda tersebut awalnya datang dari Aston Villa dengan status pinjaman pada Januari 2026. Roma kemudian mengaktifkan transfer permanennya dan mengikat Malen hingga Juni 2030.

Alasannya cukup sederhana, Malen langsung memberikan gol.

Sebelum dipermanenkan, pemain tersebut sudah menghasilkan 15 gol dalam 20 penampilan bersama Roma.

Performa itu berlanjut musim ini. Malen bahkan mencetak hat-trick ketika Roma menghancurkan Fiorentina 4-0 pada pertandingan pertama Serie A 2026/27.

Malen sangat cocok dengan karakter sepak bola Gasperini. Ia mempunyai kecepatan, kemampuan menyerang ruang dan fleksibilitas untuk bergerak dari tengah maupun sisi lapangan.

Chemistry dengan Paulo Dybala juga menjadi salah satu kekuatan serangan Roma. Gasperini menilai keduanya mampu saling melengkapi dan secara konsisten menciptakan peluang berbahaya.

Dengan kontribusinya sejak Januari, keputusan mempermanenkan Malen menjadi transfer dengan risiko relatif kecil.

Santiago Castro — 8,5/10

Roma juga mengambil keputusan besar dengan mendatangkan Santiago Castro dari Bologna.

Penyerang asal Argentina tersebut datang secara permanen setelah membukukan 22 gol dalam 105 pertandingan bersama Bologna. Ia kemudian diberikan nomor punggung sembilan di Roma.

Castro baru berusia 22 tahun, tetapi sudah memiliki pengalaman cukup panjang di Serie A.

Hal tersebut menjadi keuntungan karena Roma tidak perlu mendatangkan penyerang yang harus memulai adaptasi terhadap sepak bola Italia dari awal.

Castro mempunyai karakter berbeda dibandingkan Malen. Ia lebih mampu berduel secara fisik, menjadi titik pantul serangan dan bermain di area penalti.

Gasperini juga menyebut Castro sebagai pemain berkualitas dan dapat menggunakannya bersama Malen dalam struktur serangan yang berbeda.

Kehadirannya membuat Roma mempunyai dua tipe penyerang yang berbeda.

Malen menawarkan mobilitas dan kecepatan, sementara Castro memberikan kekuatan serta keberadaan yang lebih dominan di dalam kotak penalti.

Rodrigo Mora — 8,5/10

Rodrigo Mora mungkin menjadi transfer Roma dengan potensi jangka panjang paling menarik.

Roma memboyong pemain kelahiran 2007 tersebut dari Porto dengan nilai awal yang dilaporkan mencapai 25 juta euro. Porto juga mempertahankan 50 persen hak dari potensi penjualan pemain pada masa depan.

Harga tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan Roma kepada pemain muda Portugal tersebut.

Mora dapat beroperasi sebagai gelandang serang maupun bermain lebih dekat dengan penyerang. Teknik, kontrol di ruang sempit serta kreativitas menjadi beberapa kualitas utamanya.

Profil tersebut cukup ideal untuk sistem Gasperini yang membutuhkan pemain di belakang penyerang mampu bergerak antarlini.

Mora juga sudah mendapatkan kesempatan pada awal musim.

Gasperini mengakui pemain tersebut masih perlu berkembang secara fisik dan taktik. Namun, pelatih Roma itu juga menyebut Mora sebagai pemain muda dengan bakat tingkat tinggi.

Risiko terbesar transfer ini terdapat pada harganya.

Roma mengeluarkan investasi cukup besar untuk pemain yang masih sangat muda. Jika perkembangannya sesuai harapan, Mora dapat menjadi salah satu aset terpenting klub dalam beberapa tahun mendatang.

Nahuel Molina — 8,5/10

Transfer Nahuel Molina memberikan Roma pemain berpengalaman untuk sisi kanan.

Bek Argentina tersebut dibeli secara permanen dari Atletico Madrid. Sebelum bergabung dengan Roma, Molina sudah mencatat 249 pertandingan di kompetisi Eropa bersama Udinese dan Atletico Madrid.

Pengalamannya juga tidak perlu diragukan.

Molina merupakan bagian dari Argentina saat menjuarai Piala Dunia 2022 serta Copa America 2021 dan 2024.

Karakter Molina terlihat sangat cocok dengan permainan Gasperini.

Ia bukan bek kanan yang hanya bertahan. Molina mampu naik tinggi, menyerang ruang dan memberikan lebar ketika tim menguasai bola.

Karakter itu penting dalam sistem Gasperini yang sangat bergantung kepada kontribusi pemain sisi lapangan.

Gasperini sendiri menyebut Molina sebagai pemain matang dan solid ketika menjelaskan komposisi skuad Roma menjelang pertandingan pertama musim ini.

Pengalamannya di Udinese juga membuat Molina sudah mengenal Serie A.

Karena itu, risiko adaptasi transfer ini relatif lebih rendah.

Konstantinos Koulierakis — 8/10

Konstantinos Koulierakis menjadi investasi Roma untuk memperkuat lini belakang.

Bek asal Yunani tersebut didatangkan secara permanen dari Wolfsburg. Ia masih berusia 22 tahun dan sudah memiliki pengalaman bersama tim nasional Yunani.

Koulierakis memberikan profil yang sebelumnya cukup dibutuhkan Roma.

Gasperini secara langsung mengatakan Roma membutuhkan pemain dengan karakter seperti Koulierakis di lini belakang.

Bek berkaki kiri sangat penting dalam struktur tiga bek.

Koulierakis dapat membantu progresi bola dari sisi kiri sekaligus memberikan keseimbangan ketika wing-back bergerak lebih tinggi.

Usianya juga menjadi keuntungan.

Berbeda dengan beberapa pemain senior dalam skuad Roma, Koulierakis masih memiliki ruang besar untuk berkembang.

Jika mampu beradaptasi dengan tuntutan marking agresif Gasperini, ia berpotensi menjadi bagian lini belakang Roma untuk jangka panjang.

Marten De Roon — 8/10

Marten De Roon mungkin bukan transfer yang paling menarik dari sisi usia, tetapi bisa menjadi salah satu yang paling berguna.

Roma mendatangkannya secara permanen dari Atalanta pada akhir Agustus 2026. De Roon meninggalkan Atalanta setelah mencatat 445 penampilan bersama klub tersebut.

Keuntungan terbesarnya adalah De Roon tidak perlu mempelajari sistem Gasperini dari awal.

Keduanya bekerja bersama selama bertahun-tahun di Atalanta.

Gasperini menjelaskan perekrutan De Roon memberikan Roma tambahan kondisi fisik, kepribadian dan keseimbangan di lini tengah.

De Roon mampu menjalankan pekerjaan yang mungkin tidak selalu terlihat dalam statistik.

Ia dapat menutup ruang, menjaga keseimbangan ketika pemain lain naik menyerang, menekan lawan serta membantu mengorganisasi tim.

Keberadaannya juga penting untuk membantu pemain Roma lainnya memahami tuntutan Gasperini.

Namun, dengan usia yang sudah memasuki fase akhir karier, De Roon lebih tepat dilihat sebagai solusi jangka pendek dibandingkan investasi jangka panjang.

Leonardo Balerdi — 7,5/10

Leonardo Balerdi memberikan tambahan kualitas dan pengalaman pada pertahanan Roma.

Bek Argentina tersebut bergabung dari Marseille melalui skema pinjaman dengan opsi pembelian. Kesepakatan tersebut dilaporkan dapat berubah menjadi kewajiban membeli apabila sejumlah syarat olahraga terpenuhi.

Balerdi sudah mengumpulkan lebih dari 200 pertandingan di Eropa bersama Borussia Dortmund dan Marseille.

Salah satu kelebihannya adalah kemampuan membawa bola keluar dari pertahanan.

Karakter itu sesuai dengan pendekatan Gasperini yang meminta bek tidak hanya bertahan tetapi juga berani terlibat dalam membangun serangan.

Kehadiran Balerdi juga meningkatkan kedalaman lini belakang.

Roma sekarang memiliki beberapa pilihan seperti Gianluca Mancini, Evan Ndicka, Mario Hermoso, Koulierakis dan Balerdi untuk mengisi struktur tiga bek.

Gasperini bahkan menyebut kedatangan Balerdi bersama De Roon meningkatkan aspek fisik dan kepribadian skuad.

Status pinjaman dengan opsi pembelian juga membuat risikonya relatif terkontrol.

Roma dapat melihat terlebih dahulu performanya sepanjang musim sebelum mengambil keputusan jangka panjang.

Secara keseluruhan, strategi transfer Roma terlihat diarahkan untuk memberikan Gasperini pemain yang sesuai dengan karakter sepak bolanya.

Molina menyediakan wing-back agresif, Koulierakis dan Balerdi meningkatkan pilihan pada sistem tiga bek, sementara De Roon sudah memahami secara mendalam tuntutan permainan Gasperini.

Di sektor serangan, Roma mempunyai kombinasi yang lebih beragam.

Malen menjadi sumber gol utama, Castro memberikan opsi sebagai penyerang nomor sembilan, sedangkan Mora menawarkan kreativitas dan potensi jangka panjang.

Direktur olahraga Roma Tony D'Amico juga harus bekerja dengan batasan finansial. Ia mengatakan klub berhasil menurunkan beban gaji sekitar 15 persen atau hampir 20 juta euro, meskipun mengakui tidak semua target transfer dapat diwujudkan.

Salah satu kekurangan bursa Roma adalah tidak datangnya tambahan pemain sayap kiri yang sempat dibutuhkan Gasperini. Kondisi tersebut membuat beberapa posisi belum mempunyai kedalaman sebaik lini tengah atau pertahanan.

Namun, performa awal memperlihatkan skuad baru mulai bekerja.

Empat kemenangan dari empat pertandingan pertama Serie A menjadi awal positif, meskipun perjalanan musim masih panjang dan penilaian akhir terhadap setiap transfer baru dapat dilakukan setelah mereka menghadapi jadwal padat Serie A dan Liga Champions.

Untuk sementara, Roma terlihat tidak sekadar membeli pemain berkualitas.

Mereka membeli pemain dengan karakter yang sesuai dengan sepak bola Gasperini.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....