Penilaian Transfer Inter Milan 2026/27: Juara Bertahan Makin Berbahaya

  • 30 Agt 2026 07:00 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Inter Milan mengambil langkah menarik pada bursa transfer musim panas 2026/27. Alih-alih melakukan perombakan besar-besaran, Nerazzurri memilih mempertahankan fondasi tim juara sambil menambah pemain dengan pengalaman di level tertinggi.

Strategi tersebut terlihat jelas dari tiga nama utama yang datang ke San Siro: John Stones, Djed Spence dan Curtis Jones. Ketiganya berasal dari Premier League dan memberikan tambahan kualitas sekaligus variasi taktik bagi skuad asuhan Cristian Chivu.

Langkah Inter semakin menarik karena klub datang ke musim baru sebagai juara bertahan Serie A. Mereka juga mengawali kompetisi dengan kemenangan telak 4-1 atas Monza.

John Stones — 9/10

Transfer John Stones merupakan salah satu keputusan paling menarik Inter.

Bek asal Inggris tersebut bergabung setelah menghabiskan satu dekade bersama Manchester City. Stones menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2028.

Dari sisi taktik, Stones sangat cocok dengan sepak bola Inter. Ia bukan hanya bek tengah yang mampu bertahan, tetapi juga memiliki kemampuan membawa bola dan membangun serangan dari lini belakang.

Kemampuan tersebut penting bagi Inter yang menggunakan sistem tiga bek. Stones dapat dimainkan sebagai bek tengah maupun mengambil peran yang lebih agresif ketika tim menguasai bola.

Yang membuat transfer ini semakin menarik adalah Inter mendapatkan pemain dengan pengalaman Premier League, Liga Champions dan tim nasional Inggris tanpa harus mengeluarkan biaya transfer besar.

Stones bahkan langsung memberikan sinyal positif pada pramusim dengan mencetak gol dalam debutnya melawan Real Betis.

Djed Spence — 8/10

Inter juga mempermanenkan Djed Spence dari Tottenham Hotspur. Bek sayap Inggris kelahiran 2000 tersebut menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2031.

Transfer ini sangat masuk akal setelah Inter kehilangan Denzel Dumfries yang pindah ke Real Madrid.

Spence memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan wing-back: cepat, agresif, mampu membawa bola dan memiliki kemampuan bermain di area sayap.

Usianya juga menjadi nilai tambah. Berbeda dengan Stones yang datang untuk memberikan pengalaman, Spence dapat menjadi investasi jangka panjang.

Tantangannya adalah konsistensi. Spence harus membuktikan bahwa ia mampu tampil stabil di level klub yang memiliki target tinggi seperti Inter.

Curtis Jones — 9/10

Jika mencari transfer yang paling menarik dari sisi usia dan potensi, Curtis Jones menjadi kandidat utama.

Gelandang Inggris tersebut meninggalkan Liverpool setelah 16 tahun berada di klub dan bergabung dengan Inter dengan kontrak hingga Juni 2031. Nilai transfernya dilaporkan sekitar €30 juta plus €5 juta bonus, dengan Liverpool juga mendapatkan klausul persentase keuntungan dari penjualan berikutnya.

Jones memberikan sesuatu yang berbeda di lini tengah Inter.

Ia mampu bermain sebagai gelandang tengah, membawa bola melewati garis tekanan dan membantu menciptakan peluang dari lini kedua. Kehadirannya juga memberikan Chivu opsi untuk melakukan rotasi tanpa terlalu mengurangi kualitas lini tengah.

Transfer dengan harga sekitar €35 juta termasuk bonus terlihat cukup masuk akal untuk pemain berusia 25 tahun yang sudah memiliki pengalaman di Premier League dan Liga Champions.

ESPN bahkan memberikan nilai A untuk transfer Jones ke Inter dalam penilaian transfer musim panas 2026.

Salah satu kekuatan terbesar strategi transfer Inter adalah mereka tidak mencoba membangun ulang tim yang sudah berhasil.

Inter mempertahankan pemain-pemain penting seperti Lautaro Martínez dan Marcus Thuram, sementara beberapa pemain baru dipersiapkan untuk meningkatkan kedalaman skuad.

Strategi tersebut terbukti pada pertandingan pertama Serie A. Inter mengalahkan Monza 4-1 dengan sejumlah pemain lama tetap menjadi bagian penting dari starting XI, sementara John Stones sudah mendapatkan kesempatan melakukan debut.

Artinya, Chivu tidak harus memulai dari nol.

Ia mendapatkan skuad yang sudah memahami struktur permainan Inter dan hanya perlu memasukkan pemain baru secara bertahap.

Meski terlihat menjanjikan, strategi Inter bukan tanpa risiko.

Stones memiliki rekam jejak cedera sehingga kebugarannya akan menjadi salah satu faktor penting sepanjang musim.

Spence juga harus membuktikan dirinya mampu menggantikan kontribusi Dumfries secara konsisten.

Sementara itu, Jones harus beradaptasi dengan sepak bola Italia. Perubahan dari Premier League ke Serie A bukan sesuatu yang otomatis mudah, terutama dalam aspek taktik dan pertahanan.

Namun, ketiga pemain tersebut memberikan profil yang berbeda dan membuat skuad Inter lebih fleksibel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....