Kabut Asap dan Perubahan Iklim, Waspadai Risiko Kesehatan
- 05 Okt 2026 12:44 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Perubahan kondisi cuaca dan meningkatnya paparan udara yang kurang sehat menjadi perhatian terhadap kesehatan masyarakat di Kota Batam. Salah satu persoalan yang perlu diwaspadai adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.
Data Dinas Kesehatan Kota Batam menunjukkan, jumlah kasus ISPA pada Agustus 2026 mencapai 7.245 kasus. Angka tersebut meningkat 1.184 kasus atau sekitar 19,5 persen dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebanyak 6.061 kasus.
Peningkatan ini menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang sempat menyelimuti sejumlah wilayah di Kepulauan Riau pada September 2026. Sementara itu, data awal tahun menunjukkan kasus ISPA di Batam mencapai 7.423 kasus pada Januari dan 6.410 kasus pada Februari 2026.
ISPA merupakan gangguan kesehatan yang menyerang saluran pernapasan dan dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Paparan polusi udara dan partikel asap juga dapat mengiritasi saluran pernapasan serta memperburuk gejala pada orang yang rentan.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai terutama oleh anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma maupun penyakit pernapasan lainnya.
Perubahan iklim turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Peningkatan suhu rata-rata bumi dapat meningkatkan frekuensi maupun intensitas gelombang panas di berbagai wilayah. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan fisik dan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan suhu tinggi antara lain:
Dehidrasi, akibat kehilangan cairan tubuh melalui keringat yang tidak diimbangi asupan air yang cukup.
Kelelahan akibat panas, ditandai dengan tubuh lemas, pusing, mual, keringat berlebihan, dan sakit kepala.
Heatstroke, kondisi darurat ketika mekanisme pengaturan suhu tubuh mengalami kegagalan. Gejalanya dapat berupa suhu tubuh sangat tinggi, kebingungan, penurunan kesadaran, hingga kejang.
Perburukan penyakit kronis, terutama gangguan jantung, ginjal, dan pernapasan.
Masyarakat yang bekerja di luar ruangan, seperti pekerja konstruksi, nelayan, petani, dan petugas lapangan, juga perlu meningkatkan kewaspadaan karena berisiko mengalami paparan panas dalam durasi panjang.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas berat di luar ruangan ketika udara tidak sehat, serta menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di area berdebu atau berasap.
Masyarakat juga disarankan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari paparan asap rokok, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk berkepanjangan, demam, atau kesulitan bernapas.
Peningkatan kewaspadaan terhadap cuaca dan kualitas udara menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan seperti Batam.
Pemantauan kondisi cuaca, kualitas udara, serta perkembangan penyakit melalui instansi terkait diperlukan agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....