Kualitas Udara Batam Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Kurangi Aktivitas L

  • 30 Sep 2026 17:07 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kualitas udara di Batam memburuk seiring terdeteksinya sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau. Data pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Batam mencapai 124,9 mikrogram per meter kubik pada Senin (28/9/2026) pukul 15.00 WIB.

Angka tersebut masuk kategori tidak sehat. Kondisi itu menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau karena paparan partikulat halus dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

“Yang paling penting saat ini adalah masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan. Kalau tidak ada keperluan mendesak, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara sedang buruk,” jelas Nyanyang saat dihubungi awak media, Senin (28/9/2026) siang.

Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menunjukkan adanya sebaran asap di sejumlah wilayah, termasuk Riau dan Kepulauan Riau. Pada pukul 13.00 WIB, citra BMKG memperlihatkan pergerakan asap ke arah barat laut hingga utara.

BMKG juga mengindikasikan adanya transboundary haze atau kabut asap lintas batas yang bergerak dari wilayah Sumatera menuju Semenanjung Malaysia.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena cuaca yang relatif kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Sebaran asap dari titik kebakaran juga dapat memengaruhi kualitas udara di wilayah yang berada di sekitar maupun di arah pergerakan asap.

Nyanyang meminta perangkat daerah dan instansi terkait terus memantau perkembangan kualitas udara serta pergerakan asap di wilayah Kepri. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan saat udara berasap atau berkabut, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan memperhatikan kondisi kesehatan. Kelompok rentan diminta lebih berhati-hati ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

Selain menghadapi dampak asap, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk mencegah munculnya titik api baru. Warga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Jangan membakar lahan sembarangan. Kita berharap seluruh masyarakat ikut menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah munculnya kebakaran baru,” ujar Nyanyang.

Pemerintah mengimbau masyarakat memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi, terutama informasi dari BMKG, serta mengikuti arahan pemerintah daerah apabila kondisi asap dan kualitas udara kembali memburuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....