Kredit Bank di Natuna Turun, OJK Dorong Pembiayaan Sektor Perikanan

  • 30 Sep 2026 20:11 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau mendorong perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha perikanan di Kabupaten Natuna setelah penyaluran kredit bank umum di daerah tersebut mengalami kontraksi 6,31 persen secara tahunan.

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu penggerak utama ekonomi Natuna.

Data OJK menunjukkan penyaluran kredit bank umum di Natuna turun 6,31 persen secara year on year (yoy), berbanding dengan penyaluran kredit bank umum di Provinsi Kepulauan Riau yang justru tumbuh 36,20 persen yoy.

Meski mengalami kontraksi secara keseluruhan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi salah satu sektor dengan penyaluran kredit terbesar di Natuna. Porsinya mencapai 19,56 persen dari total kredit.

“Dengan 99,24 persen wilayah Natuna berupa lautan, potensi ekonomi biru di daerah ini sangat besar dan perlu kita dorong menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Sinar dalam audiensi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Selasa (29/9/2026).

Menurut Sinar, OJK bersama pemerintah daerah dan industri jasa keuangan perlu memperkuat ekosistem pembiayaan agar potensi ekonomi kelautan dan perikanan Natuna dapat berkembang secara produktif dan berkelanjutan.

“OJK tidak hanya memastikan sektor jasa keuangan tumbuh sehat dan stabil, tetapi juga mendorong sektor jasa keuangan menjadi katalis bagi pengembangan ekonomi daerah. Di Natuna, kami ingin memastikan potensi sektor perikanan dapat bertemu dengan akses pembiayaan yang tepat agar pelaku usaha dapat berkembang dan naik kelas,” katanya.

Salah satu dukungan pembiayaan yang telah berjalan berasal dari program kredit bersubsidi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Bank Riau Kepri Syariah (BRKS). Natuna menjadi daerah dengan penyerapan terbesar dalam program tersebut, dengan total penyaluran Rp17,9 miliar kepada sekitar 680 debitur.

Namun, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto, mengatakan keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha perikanan.

Di sisi lain, potensi usaha perikanan Natuna telah menjangkau pasar internasional. Sejumlah komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti ikan kerapu, lobster, dan ikan Napoleon telah diekspor oleh pelaku usaha budidaya perikanan lokal, termasuk pengiriman langsung menggunakan kapal dari Hong Kong.

Untuk mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan, OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan lembaga jasa keuangan akan menggelar forum business matching.

Sinar mengatakan forum tersebut diharapkan tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pembiayaan, tetapi juga mendorong pelaku usaha perikanan meningkatkan kesiapan mereka agar lebih bankable.

Upaya memperluas pembiayaan tersebut menjadi bagian dari dorongan OJK agar sektor jasa keuangan dapat lebih terhubung dengan potensi ekonomi daerah, khususnya sektor perikanan yang menjadi salah satu kekuatan utama Natuna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....