OJK Kepri Dorong Ekonomi Biru Naik Kelas di Natuna

  • 30 Sep 2026 20:11 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau mendorong potensi ekonomi biru di Kabupaten Natuna dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.

Potensi tersebut tidak lepas dari karakter geografis Natuna. OJK mencatat 99,24 persen wilayah kabupaten tersebut merupakan lautan, sehingga sektor kelautan dan perikanan memiliki posisi penting dalam perekonomian daerah.

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, mengatakan besarnya wilayah perairan Natuna menjadi modal ekonomi yang perlu didukung dengan ekosistem pembiayaan yang memadai.

“Dengan 99,24 persen wilayah Natuna berupa lautan, potensi ekonomi biru di daerah ini sangat besar dan perlu kita dorong menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Sinar dalam audiensi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, pengembangan sektor kelautan dan perikanan perlu dilakukan secara produktif dan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah serta industri jasa keuangan.

“OJK bersama Pemerintah Daerah dan industri jasa keuangan akan memperkuat ekosistem pembiayaan agar potensi tersebut dapat berkembang secara produktif dan berkelanjutan,” katanya.

Potensi tersebut tidak hanya terlihat dari sumber daya laut Natuna, tetapi juga dari aktivitas usaha yang telah menjangkau pasar internasional. Pelaku usaha budidaya perikanan lokal telah mengekspor sejumlah komoditas bernilai ekonomi tinggi, di antaranya ikan kerapu, lobster, dan ikan Napoleon.

Komoditas tersebut bahkan dikirim langsung menggunakan kapal dari Hong Kong, menunjukkan adanya aktivitas perdagangan yang telah terhubung dengan pasar luar negeri.

Di tengah potensi tersebut, akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha perikanan. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto, mengatakan keterbatasan akses modal masih dihadapi pelaku usaha di sektor tersebut.

OJK mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi salah satu sektor utama dalam penyaluran kredit di Natuna, dengan porsi mencapai 19,56 persen.

Sementara itu, dukungan pembiayaan juga datang melalui program kredit bersubsidi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Bank Riau Kepri Syariah. Natuna menjadi daerah dengan penyerapan terbesar, dengan total penyaluran mencapai Rp17,9 miliar kepada sekitar 680 debitur.

Sinar mengatakan penguatan pembiayaan diperlukan agar potensi ekonomi Natuna tidak berhenti pada aktivitas produksi, tetapi dapat mendorong pelaku usaha berkembang dan meningkatkan nilai tambah.

“OJK tidak hanya memastikan sektor jasa keuangan tumbuh sehat dan stabil, tetapi juga mendorong sektor jasa keuangan menjadi katalis bagi pengembangan ekonomi daerah,” katanya.

OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan lembaga jasa keuangan selanjutnya akan mempertemukan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan melalui forum business matching. Langkah tersebut diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan pembiayaan dengan sumber dana yang sesuai sekaligus mendorong pelaku usaha semakin bankable.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....