Polibatam Catat Pengurangan Sampah Plastik 55,96 Persen
- 04 Sep 2026 03:57 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Politeknik Negeri Batam mencatat pengurangan sampah plastik di lingkungan kampus sebesar 55,96 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator dampak lingkungan yang mulai diukur Polibatam sebagai bagian dari evaluasi keberadaan perguruan tinggi.
Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan menyampaikan hal tersebut dalam Pagelaran Teknovasi 2026 di Kampus Polibatam, Senin, 31 Agustus 2026. Menurutnya, persoalan lingkungan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Bambang mengatakan pengukuran dampak lingkungan merupakan bagian dari tiga aspek yang mulai digunakan Polibatam untuk menilai dampak kampus. Dua aspek lainnya adalah dampak sosial dan dampak ekonomi.
“Sedangkan dampak lingkungan ini salah satu program prioritas kami di tahun ini,” kata Bambang.
Upaya pengurangan sampah plastik menjadi salah satu langkah yang dilakukan di lingkungan kampus. Berdasarkan data yang disampaikan Bambang, pengurangan sampah plastik di Polibatam telah mencapai 55,96 persen.
Selain pengelolaan sampah, Polibatam mulai memanfaatkan sumber energi listrik terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS. Pemanfaatan PLTS tersebut menghasilkan sekitar 75 ribu kilowatt hour atau KWH per tahun.
Bambang mengatakan perhatian terhadap lingkungan juga mulai masuk dalam proses pembelajaran. Lebih dari 70 persen mata kuliah di Polibatam disebut telah terintegrasi dengan tema lingkungan.
“Jadi ini bagian masih sangat kecil masih sangat sedikit tetapi pelan-pelan kita akan terus upayakan supaya apa yang kita lakukan di sini bukan hanya buat kita sendiri di kampus tapi juga buat masyarakat di sekitar kita,” ujarnya.
Menurut Bambang, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan persoalan lingkungan sebagai bagian dari aktivitas pendidikan. Dengan demikian, isu keberlanjutan tidak hanya ditempatkan sebagai program tambahan, tetapi juga masuk dalam pembelajaran mahasiswa.
Kebijakan tersebut dinilai relevan dengan karakter Batam sebagai kawasan industri. Perkembangan industri dan teknologi membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami dampak aktivitas ekonomi terhadap lingkungan.
Bambang mengatakan capaian yang ada saat ini masih merupakan tahap awal. Polibatam akan terus mengembangkan pengukuran dan program lingkungan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh sivitas akademika, tetapi juga masyarakat sekitar.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari konsep kampus berdampak yang mulai dikembangkan Polibatam. Keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya dilihat dari aktivitas akademik, tetapi juga dari perubahan yang dapat dihasilkan bagi lingkungan dan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....