Kunjungan Wisman ke Batam Capai 820 Ribu, Belanja Wisatawan Dorong Ekonomi

  • 31 Agt 2026 21:43 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam mencapai sekitar 820 ribu orang sepanjang Januari hingga Juni 2026. Pemerintah daerah menilai aktivitas dan belanja para wisatawan tersebut turut memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi kota.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan angka tersebut mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan otoritas keimigrasian.

Wisatawan asal Singapura dan Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Batam. Rata-rata wisatawan dari kedua negara tersebut menghabiskan waktu sekitar tiga hingga empat hari selama berada di Batam.

Selama kunjungan, wisatawan membelanjakan uang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari akomodasi, makanan, transportasi, belanja, hingga aktivitas wisata dan hiburan.

Ardiwinata memperkirakan seorang wisatawan dapat menghabiskan sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta selama berada di Batam. Nilainya bahkan bisa lebih tinggi, tergantung aktivitas dan paket wisata yang diikuti.

Menurutnya, kegiatan wisata berbasis acara atau event menjadi salah satu contoh aktivitas yang mampu mendorong belanja wisatawan dalam jumlah besar.

Dalam salah satu kegiatan wisata, kata Ardiwinata, pengeluaran peserta bahkan dapat mencapai sekitar Rp137 juta hanya dalam waktu dua hari.

“Wisatawan datang ke Batam untuk banyak tujuan. Tidak hanya satu jenis kegiatan,” ujarnya.

Ia mengatakan besarnya perputaran uang dari aktivitas wisata menunjukkan bahwa sektor pariwisata Batam tidak hanya bergantung pada satu jenis atraksi. Wisatawan memiliki beragam pilihan selama berada di kota tersebut.

Ardiwinata menilai keberadaan destinasi wisata, kegiatan berbasis event, kuliner, belanja, serta berbagai aktivitas lainnya tetap menjadi bagian penting dalam menarik wisatawan mancanegara.

Karena itu, ia menegaskan bahwa kekuatan pariwisata Batam tidak semata-mata bertumpu pada keberadaan tempat hiburan malam.

Penertiban terhadap usaha yang diduga melanggar ketentuan, menurutnya, juga tidak serta-merta menghilangkan alasan wisatawan untuk berkunjung ke Batam.

“Wisatawan datang ke Batam untuk banyak tujuan. Tidak hanya satu jenis kegiatan,” kata Ardiwinata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....