Inflasi Batam 4,33 Persen, Masih di Atas Batas Atas Sasaran Nasional

  • 31 Agt 2026 09:25 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Inflasi Kota Batam pada Juli 2026 tercatat 4,33 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), masih berada di atas batas atas sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 persen.

Berdasarkan Laporan Hasil Monitoring Pengendalian Inflasi Daerah Kota Batam Minggu IV Agustus 2026 yang disusun Inspektorat Daerah Kota Batam, sejumlah kelompok pengeluaran menjadi penyumbang inflasi tahunan Batam.

Kelompok transportasi mencatat inflasi 6,99 persen, disusul makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,92 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 5,77 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,17 persen.

Meski inflasi tahunan masih tinggi, tekanan harga secara bulanan menunjukkan arah berbeda. Batam mencatat deflasi sebesar 0,26 persen pada Juli 2026.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan pemerintah terus melakukan pengendalian harga dengan memastikan pasokan dan distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan.

“Kita terus memastikan pasokan kebutuhan pokok aman, distribusi berjalan lancar, dan berbagai intervensi pemerintah dilakukan ketika ada komoditas yang mengalami kenaikan harga,” ujar Amsakar.

Menurut Amsakar, pengendalian inflasi juga berkaitan dengan upaya menjaga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Yang paling penting adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar,” katanya.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemko Batam bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan sejumlah langkah, termasuk pemantauan harga dan stok, inspeksi pasar dan distributor, operasi pasar murah serta koordinasi dengan daerah penghasil komoditas.

Tekanan inflasi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena kenaikan harga kebutuhan pokok dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Inspektorat Daerah Kota Batam merekomendasikan agar pengawasan harga dan stok terus diperbarui serta setiap kenaikan harga ditelusuri penyebabnya sehingga intervensi pemerintah dapat dilakukan secara tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....