Lion Air Luncurkan Batam Aero Engine (BAE) Tangani Maintenance MRO dan APU Pesawat
- 20 Agt 2026 07:08 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Lion Air Grup secara resmi mengoperasikan Batam Aero Engine (BAE) menangani maintenance, repair and overhaul (MRO) mesin pesawat dan auxiliary power unit (APU) di Hangar F Batam Aero Technic.
Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan BAE memenuhi kebutuhan perawatan pesawat secara mandiri, yang sebelumnya banyak dilakukan di luar negeri dikerjakan di Batam. BAE menargetkan dapat mengambil sekitar 5 persen pasar MRO mesin pesawat global.
"Hal ini sekaligus membuka peluang pasar dari luar Indonesia. Yang biasanya mesin-mesin pesawat ini dirawat di luar, Batam Aero Engine sudah punya kapabilitas dan mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan untuk bisa dilaksanakan di Indonesia, khususnya di Batam,” kata Daniel, Rabu, 19 Agustus 2026.
Daniel menambahkan, Batam Aero Technic telah menangani pesawat dari Vietnam, Filipina, Thailand dan India, sementara jaringan FTAI Aviation di luar negeri, termasuk Singapura, membuka peluang pekerjaan overflow dialihkan ke Batam.
Sementara itu, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan kehadiran BAE tidak hanya menambah investasi, tetapi juga berpotensi memberikan dampak berganda bagi perekonomian Batam dan Kepulauan Riau. Menurutnya, Batam Aero Technic menjadi salah satu KEK di Batam yang aktif mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Ketika Batam Aero Technic kemudian akan melahirkan lagi Batam Aero Engine, ini sesuatu yang patut kita dukung dan apresiasi,” ujar Amsakar.
Menurutnya, keberadaan industri seperti BAE menunjukkan arah perkembangan industri Batam yang mulai bergerak ke sektor dengan kebutuhan keterampilan lebih spesifik. Karena itu, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari kualitas lapangan kerja yang tercipta.
Saat ini BAE telah menyerap sekitar 160 tenaga kerja, sementara Batam Aero Technic secara keseluruhan telah mempekerjakan lebih dari 5.600 orang. Pengelola memproyeksikan ekosistem Batam Aero Technic dapat menyerap hingga 10.000 tenaga kerja pada 2030, seiring pengembangan industri MRO dan masuknya pelaku usaha pendukung penerbangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....