Indosat Percepat Transformasi AI, Trafik Data Tumbuh 19,9 Persen di Semester I 2026

  • 31 Jul 2026 23:24 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi bagian dari layanan digital sehari-hari masyarakat. PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) mencatat pertumbuhan penggunaan layanan digital seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang lebih cepat, aman, dan produktif.

Sepanjang semester pertama 2026, Indosat membukukan pertumbuhan trafik data sebesar 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas digital pelanggan, mulai dari komunikasi, hiburan, hingga pemanfaatan teknologi berbasis AI.

Dari sisi bisnis, Indosat mencatat pendapatan sebesar Rp30,7 triliun pada periode Januari–Juni 2026, meningkat 13,1 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sementara EBITDA tumbuh 14 persen menjadi Rp14,6 triliun dengan margin EBITDA mencapai 47,6 persen.

President Director dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi berbasis AI menjadi strategi utama perusahaan dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.

“AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI,” ujar Vikram.

Menurut dia, pemanfaatan AI tidak hanya dilakukan untuk pengembangan bisnis, tetapi juga untuk meningkatkan pengalaman pelanggan melalui berbagai layanan digital.

Beberapa layanan berbasis AI yang telah dikembangkan Indosat antara lain fitur Anti-Spam dan Anti-Scam untuk meningkatkan keamanan pelanggan, Sahabat-AI, Gemini AI, serta Adobe Express untuk mendukung kreativitas dan produktivitas pengguna.

Selain pengembangan layanan digital, Indosat juga memperkuat infrastruktur jaringan. Hingga semester pertama 2026, perusahaan terus memperluas kapasitas jaringan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital berbasis AI.

Di wilayah Region Central Sumatra, Indosat mencatat pertumbuhan trafik data sebesar 26 persen secara tahunan. Penguatan jaringan dilakukan melalui lebih dari 13.000 BTS 4G dan ekspansi layanan yang mencapai lebih dari 200 BTS 5G hingga akhir kuartal II 2026.

Indosat juga memperluas pemanfaatan AI untuk sektor usaha kecil dan menengah melalui program SheHacks 2026 di Pekanbaru. Program tersebut memberikan pelatihan pemanfaatan AI bagi pelaku UMKM perempuan agar mampu mengembangkan bisnis secara lebih inovatif.

Selain itu, perusahaan menghadirkan layanan pelanggan melalui gerai terpadu IM3 dan 3Store di sejumlah wilayah, termasuk Muara Bungo, Bangkinang, dan Dumai, untuk mempermudah masyarakat memperoleh layanan resmi Indosat.

Di sisi pengembangan teknologi masa depan, Indosat juga memperkuat bisnis AI Cloud. Pada semester pertama 2026, layanan tersebut mencatat pendapatan sebesar 33 juta dolar AS, melampaui total pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai 28 juta dolar AS.

Indosat menyebut penguatan AI Cloud menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur AI yang mendukung kebutuhan industri dan transformasi digital nasional.

Selain inovasi teknologi, Indosat juga menargetkan pengembangan sumber daya manusia digital. Melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Wadhwani Foundation, perusahaan mendorong pengembangan satu juta talenta digital serta 100 ribu wirausaha berbasis AI hingga 2029.

Indosat menilai perkembangan AI perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat agar teknologi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk bagi dunia usaha, pendidikan, dan aktivitas ekonomi digital.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....