Pemerintah Dorong Kolaborasi Riset Kesehatan Berbasis Bioteknologi
- 31 Agt 2026 22:48 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah mendorong penguatan kolaborasi antara industri, regulator, akademisi, peneliti, dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mempercepat pengembangan teknologi kesehatan berbasis bioteknologi di Indonesia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kolaborasi dengan industri dan pemanfaatan sains menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi kesehatan nasional. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan data genomik untuk menghadapi perkembangan teknologi kesehatan generasi baru.
Budi menyampaikan hal tersebut dalam Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series (DBSDLS) 2026 yang digelar PT Kalbe Farma Tbk. di The St. Regis Jakarta, Sabtu (29/8). Forum tersebut mengangkat tema “Where Science Meets Purpose, Growth and Hope: The Next Chapter of Precision Medicine & Cell Therapy”.
Menurut Budi, pemanfaatan sains, termasuk data genomik melalui Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI), dapat mendukung penguatan ketahanan kesehatan nasional. Pengembangan teknologi tersebut juga dinilai penting agar Indonesia mampu mempersiapkan diri menghadapi perubahan teknologi kesehatan.
“...pentingnya kolaborasi dengan industri dan pemanfaatan sains, termasuk data genomik melalui Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI), untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional serta mempersiapkan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi kesehatan generasi baru,” demikian pokok penyampaian Budi dalam forum tersebut.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan penguatan ekosistem inovasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, regulator, industri, perguruan tinggi, dan fasilitas pelayanan kesehatan perlu membangun sinergi agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
DBSDLS 2026 mempertemukan lebih dari 200 dokter, peneliti, akademisi, perwakilan pemerintah, dan pemangku kepentingan kesehatan. Sejumlah pakar dalam dan luar negeri membahas perkembangan terapi sel imun, teknologi gene editing, hingga adoptive T-cell therapy untuk penanganan solid tumours.
Sejumlah pembicara yang hadir antara lain Prof. Toh Han Chong dari National Cancer Center Singapore, Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo dari Yayasan Kanker Indonesia, Adj. A/Prof. Danny Soon dari Duke-National University of Singapore Medical School, dan Fatwa Adikusuma dari Adelaide University. Forum tersebut diharapkan memperkuat pertukaran pengetahuan dan mempercepat hilirisasi hasil riset menjadi produk kesehatan yang aman, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....