BPOM Sebut Hampir Separuh Industri Mikro Indonesia Bergerak di Sektor Pangan

  • 31 Jul 2026 22:30 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut sektor pangan masih menjadi salah satu penopang utama usaha mikro dan kecil di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 1,94 juta atau 44 persen dari 4,41 juta industri mikro dan kecil nasional bergerak di bidang pangan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, besarnya jumlah pelaku usaha tersebut dinilai menunjukkan peran strategis sektor pangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, BPOM menilai sebagian besar UMK pangan olahan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pemenuhan standar keamanan pangan, penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), pengurusan izin edar, hingga keterbatasan akses pasar.

"Pendekatan tersebut mampu membantu lebih banyak UMK memenuhi standar keamanan pangan sehingga produk mereka memiliki daya saing lebih tinggi di pasar domestik maupun internasional," katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BPOM sebelumnya meluncurkan program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan yang mengintegrasikan pendampingan dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Hingga Juni 2026, program tersebut telah memfasilitasi 556 UMK bersama 29 Orang Tua Angkat di 33 provinsi. Selain itu, 139 mahasiswa dari 38 perguruan tinggi ikut mendampingi 126 UMK sebagai Fasilitator Keamanan Pangan. Melalui program jemput bola, BPOM juga membantu 182 UMK di 14 wilayah memperoleh Nomor Izin Edar (NIE).

BPOM juga memberikan sejumlah kemudahan bagi pelaku UMK, antara lain tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp0 untuk pengurusan izin edar, penyederhanaan perizinan, asistensi regulatori, hingga pendampingan melalui program Orang Tua Angkat.

Menurut BPOM, langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat lahirnya lebih banyak produk pangan UMK yang memenuhi standar keamanan sekaligus mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....