Kemendikdasmen Telusuri Nasib Lulusan SMK, Dorong Vokasi Kebutuhan Industri

  • 31 Jul 2026 19:03 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah mulai memetakan perjalanan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) setelah menyelesaikan pendidikan. Melalui program Penelusuran Tamatan atau Tracer Study SMK 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ingin mengetahui sejauh mana lulusan SMK terserap dunia kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan.

Program ini diluncurkan Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikdasmen di Jakarta, Kamis (30/7), sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pendidikan vokasi berbasis data.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan keberhasilan SMK tidak cukup diukur dari jumlah lulusan yang dihasilkan setiap tahun.

Menurutnya, ukuran keberhasilan pendidikan kejuruan adalah kemampuan lulusan beradaptasi dan memberikan kontribusi setelah meninggalkan sekolah.

“Titik keberhasilan SMK adalah di mana dapat melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif, berkarakter, siap bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan,” ujar Tatang.

Ia mengatakan transformasi pendidikan vokasi tidak hanya bergantung pada pembaruan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, maupun fasilitas sekolah. Pemerintah juga membutuhkan data mengenai kondisi lulusan agar kebijakan yang dibuat lebih tepat sasaran.

Hasil Tracer Study SMK nantinya akan digunakan sebagai salah satu variabel dalam Rapor Pendidikan dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Data tersebut juga menjadi dasar evaluasi mutu sekolah, penyempurnaan kurikulum, hingga penguatan hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan tenaga kerja nasional.

Direktur SMK, Arie Wibowo Khurniawan, mengatakan penelusuran tamatan menjadi instrumen penting untuk melihat kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

“Dengan data yang valid dan terukur, kami dapat merumuskan strategi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dengan dunia kerja,” kata Arie.

Menurutnya, pemerintah juga menargetkan integrasi data Tracer Study dengan sistem informasi ketenagakerjaan nasional. Dengan begitu, kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha dan industri dapat lebih selaras dengan jumlah serta kompetensi lulusan SMK.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi yang menekankan pentingnya kebijakan berbasis data.

Kemendikdasmen berharap keterlibatan lulusan dalam pengisian Tracer Study dapat memberikan gambaran nyata mengenai efektivitas pendidikan SMK sekaligus menjadi pijakan untuk mengurangi kesenjangan antara lulusan sekolah kejuruan dan kebutuhan pasar kerja.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....