AI Bantu Guru Susun Pembelajaran yang Lebih Adaptif bagi Anak Berkebutuhan Khusus
- 31 Jul 2026 01:55 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Artificial Intelligence (AI) mulai dimanfaatkan sebagai pendukung proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Kehadiran teknologi ini dinilai mampu membantu guru maupun terapis menyusun metode belajar yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing anak.
Dosen ITEBA sekaligus Owner Has Steam Education, Alvendo Wahyu Aranski, mengatakan lembaga yang dipimpinnya awalnya berfokus pada kelas stimulasi tumbuh kembang anak. Namun, meningkatnya jumlah anak dengan kebutuhan khusus seperti speech delay, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dan Autism Spectrum Disorder (ASD) membuat layanan berkembang hingga menyediakan terapi okupasi dan komunikasi.
Menurut Alvendo, penerapan AI dalam pembelajaran bukan untuk menggantikan guru, melainkan membantu memunculkan berbagai ide pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kondisi anak di dalam kelas.
| Baca juga: Badan Bahasa Dorong Literasi Hadapi Era AI |
"Dengan AI ini kita punya prompt yang menarik kemudian dipadukan dengan ide-ide kita, tinggal mengkolaborasikannya di kelas. Karena anak-anak yang kita ajarkan memang memiliki kebutuhan yang spesifik," ujarnya.
Ia menjelaskan, guru sering kali menghadapi kondisi yang berbeda antara rencana pembelajaran dan situasi nyata di kelas. Oleh karena itu, AI menjadi salah satu solusi untuk membantu menghasilkan alternatif kegiatan belajar ketika metode yang telah disiapkan tidak berjalan sesuai harapan.
Menurutnya, perubahan strategi pembelajaran harus dilakukan dengan cepat agar tujuan pembelajaran tetap tercapai tanpa mengabaikan kondisi anak. AI dapat memberikan berbagai rekomendasi aktivitas yang masih sesuai dengan tema pembelajaran.
"Guru-guru tidak kalang kabut menghadapi perubahan yang tiba-tiba. Misalnya rencana menggunakan kacang-kacangan, tetapi anak tidak cocok, AI bisa membantu memberikan ide menggunakan media lain dengan tujuan pembelajaran yang sama," kata Alvendo.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI tetap membutuhkan kreativitas guru dan terapis. Teknologi hanya memberikan referensi, sementara keputusan mengenai metode yang paling tepat tetap ditentukan oleh tenaga pendidik berdasarkan kondisi setiap anak.
Alvendo berharap semakin banyak tenaga pendidik yang memanfaatkan AI secara bijak sebagai alat bantu pembelajaran. Dengan demikian, proses belajar bagi anak berkebutuhan khusus dapat berlangsung lebih adaptif, menarik, dan sesuai dengan perkembangan masing-masing peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....