Pendampingan Orang Tua, Kunci Pemanfaatan AI bagi Anak Berkebutuhan Khusus
- 30 Jul 2026 09:50 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kemajuan Artificial Intelligence (AI) memberikan banyak kemudahan dalam mendukung proses belajar anak berkebutuhan khusus. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa keterlibatan aktif orang tua maupun guru dalam mendampingi anak selama menggunakan teknologi digital.
Dosen dan Mahasiswi Doktoral Universitas Ahmad Dahlan, Erlin Elisa, menilai AI sebaiknya dipandang sebagai alat bantu yang dapat memperkaya proses pembelajaran. Meski memiliki kemampuan menganalisis data dan memberikan rekomendasi secara otomatis, AI tidak dapat menggantikan hubungan emosional antara anak dengan orang tua maupun pendidik.
"Saya mengajak para orang tua untuk melihat AI sebagai sahabat dalam proses belajar, bukan sebagai pengganti peran orang tua. Saat anak menggunakan teknologi, dampingi mereka, ajarkan literasi digital, dan pilih aplikasi yang sesuai dengan usianya," ujarnya.
Menurut Erlin, komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak tetap menjadi fondasi utama dalam tumbuh kembang anak. Ia mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan gawai sebagai satu-satunya sarana untuk membuat anak tetap tenang tanpa melakukan interaksi secara langsung.
Ia menilai penggunaan AI yang tidak disertai pendampingan dapat membuat anak terlalu bergantung pada teknologi. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial apabila tidak diimbangi dengan aktivitas di dunia nyata.
"Jangan karena anak diam lalu kita memberi screen time dan merasa sudah bebas sebagai orang tua. Hal-hal seperti itulah yang bisa menyebabkan anak takut bersosialisasi karena menganggap teknologi adalah bagian terbesar dalam hidupnya," kata Erlin.
Selain orang tua, Erlin juga menekankan pentingnya peran guru dalam memanfaatkan AI secara bijaksana. Meskipun teknologi dapat membantu menyusun materi pembelajaran, guru tetap bertanggung jawab memantau perkembangan, kemampuan, dan pencapaian belajar setiap peserta didik.
Menurutnya, perkembangan AI berlangsung sangat cepat sehingga seluruh pihak perlu meningkatkan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara tepat. AI harus diposisikan sebagai pendukung proses belajar, sementara keputusan pendidikan dan pendampingan tetap berada di tangan manusia.
Erlin berharap kolaborasi antara orang tua, guru, peneliti, dan pengembang teknologi terus diperkuat. Dengan sinergi tersebut, AI dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif sekaligus membantu anak berkebutuhan khusus berkembang tanpa kehilangan interaksi sosial dan pendampingan yang mereka butuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....