298 Kasus HIV Terdeteksi di Batam hingga Juli 2026, Hilangkan Stigma Jadi Prioritas

  • 30 Jul 2026 09:52 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, BATAM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat sebanyak 298 kasus HIV telah terdeteksi sepanjang tahun 2026 hingga bulan Juli. Dari total temuan tersebut, sekitar 170 orang merupakan warga ber-KTP Batam, sementara sisanya berasal dari luar daerah yang beraktivitas di Kota Batam.

Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinkes Kota Batam, Norma, menyatakan bahwa tingginya mobilitas penduduk serta dinamisnya Kota Batam sebagai kota industri dan pariwisata menjadi salah satu faktor fluktuasi angka temuan kasus. Untuk menekan penularan, Dinkes menerapkan strategi pencarian kasus secara aktif dan intervensi dini.

"Target kami adalah menemukan kasus sebanyak mungkin untuk langsung diobati. Jika pasien rutin meminum Anti-Retro Viral (ARV) selama 6 bulan dan jumlah virusnya tidak terdeteksi, tingkat risiko penularannya menjadi sangat kecil," ujar Norma dalam dialog di studio RRI Batam.

Stigma sosial masih menjadi benteng terbesar yang menghambat upaya penanganan HIV di Indonesia. Mitos salah mengenai penularan virus sering kali membuat Orang dengan HIV (ODHIV) mengisolasi diri, enggan berobat, hingga kehilangan mata pencaharian.

Dinkes Batam juga menegaskan jaminan kerahasiaan identitas pasien, termasuk koordinasi dengan sektor ketenagakerjaan agar penderita HIV tidak mendapat diskriminasi atau pemutusan hubungan kerja.

Dalam siaran Indonesia Sehat di RRI Batam, terungkap bahwa penularan HIV tidak sesederhana yang dibayangkan masyarakat umum. Virus ini hanya menular melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik bergantian, kontak cairan tubuh tertentu, serta penularan dari ibu hamil ke bayi.

"HIV tidak menular hanya karena duduk berdekatan, bersalaman, makan bersama, menggunakan toilet umum, atau berenang di kolam yang sama," pungkas Norma.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....